Berita Bekasi Nomor Satu

Cerita Iptu Agung Pranoto saat Bertugas sebagai Linjam di Tanah Suci: Pertemukan Kembali Jemaah Lansia dengan Keluarga

BERTUGAS: Iptu Agung Pranoto Petugas PPIH bidang Linjam asal Kota Bekasi saat bertugas di Tanah Suci Makkah. IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Menjelang puncak ibadah haji, jutaan jemaah dari berbagai negara mulai memadati kawasan Masjidil Haram. Di tengah kepadatan itu, petugas Linjam atau Perlindungan Jamaah menjadi garda terdepan membantu dan menjaga keamanan jemaah asal Indonesia. Seperti halnya dilakukan Iptu Agung Pranoto, petugas Linjam asal Bekasi.

Langkah Iptu Agung nyaris tak berhenti sejak pagi hingga dini hari di kawasan Masjidil Haram. Di tengah ribuan jemaah yang lalu lalang, perwira pertama Polri asal Kota Bekasi itu terus menyisir sejumlah titik padat di sekitar tempat suci umat Islam tersebut.

Sesekali ia menghampiri jemaah lansia yang terlihat kebingungan. Di lain waktu, dirinya membantu mengarahkan rombongan jamaah Indonesia menuju jalur keluar masjid agar tidak terpisah di tengah padatnya arus manusia.

Agung merupakan anggota Humas Polres Metro Bekasi Kota yang tahun ini mendapat tugas sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang Linjam atau Perlindungan Jamaah di Tanah Suci.

Tugasnya bukan mengurusi konsumsi maupun penginapan. Ia berada langsung di lapangan memastikan keamanan, keselamatan, serta kenyamanan jemaah Indonesia saat menjalankan ibadah haji.

“Tugas kami memastikan jemaah aman dan nyaman selama beribadah. Mulai dari pendampingan, membantu jemaah yang mengalami kendala, sampai proses pencarian jamaah yang terpisah dari rombongan,” ujar Agung saat dihubungi, Rabu (20/3).

Menjelang puncak ibadah haji, kawasan Masjidil Haram memang dipadati jutaan jamaah hampir tanpa henti selama 24 jam. Area thawaf, sa’i hingga pelataran masjid dipenuhi lautan manusia dari berbagai penjuru dunia. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi petugas Linjam.

“Situasinya sangat padat, terutama menjelang waktu salat. Karena itu kami terus mengingatkan jamaah agar tidak bepergian sendiri dan tetap bersama rombongan,” katanya.

Di tengah kepadatan tersebut, persoalan yang paling sering ditemui adalah jemaah yang terpisah dari rombongan. Mayoritas dialami jemaah lanjut usia atau mereka yang baru pertama kali datang ke Tanah Suci.

Kebingungan mencari pintu keluar masjid, kelelahan akibat cuaca panas, hingga sulit berkomunikasi karena perbedaan bahasa menjadi persoalan yang hampir setiap hari ditemui petugas.

“Kalau sudah terpisah di area Masjidil Haram memang cukup sulit karena sangat ramai. Tapi petugas Linjam selalu siaga membantu pencarian dan mengantar kembali ke hotel atau rombongannya,” ungkapnya.

Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Agung terjadi saat dirinya menemukan seorang jemaah lansia dalam kondisi kebingungan di pelataran lantai atas masjid.

Jemaah tersebut diketahui mengalami demensia dan tersesat cukup jauh dari rombongannya. Di tengah keramaian jamaah, Agung berusaha menenangkan dan membujuk lansia tersebut sebelum melakukan evakuasi.

“Saya coba tenangkan dulu lalu kami identifikasi asal kloternya dan menghubungi keluarganya. Alhamdulillah akhirnya bisa dipertemukan kembali,” tuturnya.

Bagi Agung, momen seperti itu menjadi pengalaman yang paling berkesan selama bertugas di Tanah Suci. Ada rasa haru ketika melihat jemaah kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan selamat.

Selain melakukan pendampingan, petugas Linjam juga harus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi terkait pengaturan arus jamaah hingga penanganan kondisi darurat di lapangan.

Menurut Agung, tantangan terbesar dalam tugas tersebut adalah tingginya mobilitas jutaan jemaah dari berbagai negara dengan bahasa dan karakter yang berbeda-beda.

“Petugas harus selalu sigap, sabar, dan cepat berkoordinasi di lapangan,” katanya.

Di sela tugasnya menjaga jemaah Indonesia di Tanah Suci, Agung juga mengingatkan para jamaah untuk selalu membawa kartu identitas, menghafal nama hotel serta sektor, dan tidak memaksakan diri saat kondisi terlalu padat.

“Untuk jrmaah lansia sebaiknya selalu didampingi keluarga atau petugas agar lebih aman,” ucapnya.

Di tengah padatnya lautan manusia di Masjidil Haram, petugas Linjam seperti Agung menjadi sosok yang terus berjaga. Membantu, melindungi, dan memastikan jemaah Indonesia bisa menjalankan ibadah dengan aman hingga kembali pulang ke Tanah Air. (rez)