Berita Bekasi Nomor Satu

Dampak Kenaikan Harga Material, Proyek Wisata Air Kalimalang Molor

MASIH BERJALAN: Sejumlah booth container berjejer, bagian dari penataan wisata air Kalimalang di Jalan KH Noer Ali, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. SURYA BAGUS/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Proyek pembangunan wisata air Kalimalang di Jalan KH Noer Ali, Bekasi Selatan, Kota Bekasi dipastikan meleset dari jadwal semula.

Awalnya proyek tersebut ditarget rampung pada Mei 2026. Molornya pengerjaan diklaim karena sejumlah faktor termasuk dampak melonjaknya harga minyak dunia yang berimbas pada harga material konstruksi. Meski berjalan lebih lambat, proyek dipastikan tetap berjalan.

“Dari schedule awal mungkin agak molor, tapi tetap berjalan,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, Rabu (20/5).

Satu jembatan lengkung telah selesai dibangun, jembatan berikutnya yang berasal dari dana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat disebut segera dimulai pekerjaannya.

Pantauan Radar Bekasi di lapangan sejumlah pekerja terlihat beraktivitas di beberapa titik. Nampak pula alat berat beraktivitas di lokasi pembangunan jembatan melengkung ke dua.

“Jembatan satu lagi dari Provinsi sudah mau mulai, sudah tandatangan kontrak kemarin,” ucapnya.

Saat ini progres pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) dan jembatan melengkung diperkirakan menyentuh angka 40 persen.

“Mudah-mudahan Agustus sudah bisa (rampung). Saat ini JPO 2 sudah dibuat sama jembatan lengkung satu, kalau sudah selesai tinggal perapihannya,” tambahnya. (sur)