Perbanyak CCTV Lokasi Rawan Kejahatan

Ilustrasi: Sebelas dari 14 CCTV di Kota Bekasi rusak.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Aksi tindak kejahatan hingga tawuran pelajar masih marak terjadi di Kota Bekasi. Kondisi ini membuat warga was-was dan meminta pihak keamanan melakukan pengawasan ekstra.

Melihat hal itu, usulan memperbanyak kamera pengawas mencegah tindak kejahatan juga sempat disampaikan pihak Polres Metro Bekasi kota hingga kalangan Legislatif.


Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Ivan Adhitira juga membenarkan aksi tawuran tengah marak di Kota Bekasi. Pihaknya sudah melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang sering terjadi aksi tawuran dan tindak kejahatan lainnya.

“Beberapa hari lalu, sudah ada tim gabungan dari Polda Metro Jaya yaitu Dirkrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi Kota dan jajaran Polsek, melakukan evaluasi secara besar wilayah-wilayah terindikasi sering tawuran. Hal ini akan kita antisipasi hal tersebut,” kata Ivan sapaan akrabnya kepada Radar Bekasi, Rabu (23/2).


Kemudian, lanjut dia, Polres Metro Bekasi Kota juga sedang membicarakan untuk membuat Tim Khusus sebagai antisipasi aksi tawuran dan tindak kejahatan di wilayah.

Terkait keberadaan kamera pengawas di lokasi rawan tindak kejahatan, diakuinya perlu untuk mengidentifikasi wajah pelaku. Pasalnya beberapa kasus polisi kesulitan melakukan pengungkapan karena kualitas barang bukti rekaman CCTV yang buruk, termasuk kasus asusila yang menimpa seorang Ibu di Kalimalang dua bulan lalu.

“Kesulitan kami adalah wajah dari pelaku sulit dikenali karena kualitas CCTV yang jelek. Mungkin nanti ada teknik penyelidikan kami yang sedang kita lakukan semoga saya juga minta doanya agar segera ditangkap (pelaku asusila),” jelasnya.

Kedepan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dishub untuk menambah CCTV daerah rawan. “Karena koordinasi tingkat satuan cukup sulit ya. Memang nanti kita upayakan lah. Penambahan CCTV di tempat-tempat umum,” tukasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro mengatakan, maraknya aksi tawuran dan tindak kejahatan di Kota Bekasi diindikasikan karena dampak Pandemi.

“Sengaja tantang-tantangan di media sosial (Medsos). Ini bukan karena esensi masalah tapi ada masalah yang sakit, yaitu masalah sosial,”jelasnya yang mendorong harus adanya ruang interaksi sosial, ruang kreativitas untuk mendorong ke hal positif.

Pihaknya juga mendorong agar wilayah Kota Bekasi dilakukan mapping penerangan jalan umum menyisir tempat yang gelap dan di berikan PJU untuk meminimalisir potensi tindak kejahatan.

“1.000 CCTV yang di buat saat ini baru 55 CCTV yang ada. Karena CCTV itu mendorong orang yang akan membuat aksinya berpikir dua kali. Menciptakan Kota Bekasi menjadi wilayah yang aman itu adalah misi kedepan. Ruang-ruang publik harus diperbanyak. Dengan adanya CCTV, PJU dan ruang-ruang akan membuat Kota Bekasi aman dan nyaman itu akan kita dorong nanti,” ungkapnya. (pay).