Pedagang Kaget! Gas Non Subsidi Naik Rp 24 Ribu

ANGKUT TABUNG: Pekerja mengangkut tabung gas dari gudang ke mobil. IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Pertamina, menaikkan harga gas LPG nonsubsidi yang berlaku untuk LPG Bright Gas 5,5 kilogram, Bright Gas 12 kilogram, dan Elpiji 12 kilogram sebesar Rp 24 ribu.

Salah satu pegawai agen gas di Kecamatan Tambun Selatan, Adi menuturkan, kenaikan terjadi sudah sejak Minggu (27/2).


“Pengumumannya kan baru keluar, karena kami tutup, jadi baru mulai hari ini,” kata Adi saat ditemui, Senin (28/2).

Ia menjelaskan, harga eceran Bright Gas 12 kilogram sebelum kenaikan, dibanderol Rp 175 ribu. Kini terjadi kenaikan sebesar Rp 24 ribu, sehingga harganya menjadi Rp 199 ribu.


“Harga eceran di pedagang, mereka jualnya Rp 175 ribu, sedangkan kami menjual ke pedagang, paling bedanya Rp 2-3 ribu saja. Nah, sekarang ada kenaikan Rp 24 ribu. Mungkin pedagang nanti jualnya bisa lebih dari Rp 200 ribu,” tuturnya.

Adi mengaku tidak mengetahui kenaikan harga gas tersebut. Saya dan dari pedagang, serta masyarakat, kaget ketika harga Bright Gas 12 kilogram mencapai Rp 199 ribu.

“Di sini kami hanya menjual gas yang 12 kilogram, termasuk gas bersubsidi 3 kilogram saja. Baru ada dua tabung yang keluar. Mereka kaget saat beli harganya naik. Sebab, naiknya langsung Rp 24 ribu,” bebernya.

Padahal, lanjut Adi, peminat gas non-subsidi di sekitar tempatnya berjualan, sangat sedikit. Banyak masyarakat yang memilih menggunakan gas subsidi 3 kilogram.

Oleh sebab itu, dia memprediksi, kenaikan harga Bright Gas, akan berpengaruh terhadap jumlah penjualan.

“Biasanya sebelum naik, minimal kami seminggu sekali baru isi barang Bright Gas. Kalau sekarang naik, kemungkinan baru isi barangnya bisa lebih dari seminggu,” ujarnya. (and)