Ibu-ibu Rela Antri Demi Minyak Goreng

ANTRI MINYAK: Sejumlah warga rela antri untuk membeli minyak murah, di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jumat (4/3). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ratusan warga yang didominasi kaum ibu-ibu, rela mengantri dan berdesakan untuk mendapatkan minyak goreng murah, di sebuah toko sembako, yang berada di Perumahan Telaga Murni, Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Sabtu (5/3).

Pasalnya, saat ini harga minyak goreng masih mahal dan langka di pasaran.


Seperti yang disampaikan oleh salah satu pembeli, Kartini (62). Dirinya rela antri dan berdesak-desakan, walaupun usianya sudah tidak muda lagi, hanya demi mendapatkan minyak goreng, untuk kebutuhannya sehari-hari. Hal itu dilakukan, karena sulitnya mendapatkan minyak goreng di pasaran.

“Minyak goreng sudah langka, dan harganya mahal pula. Tidak pernah dapat harga murah, jadi terpaksa ikut antri, karena anak saya pada kerja, jadi terpaksa ikut antri,” ucap Kartini, saat ditemui di lokasi.


Ia sangat berharap, agar pemerintah melalui kementerian terkait, mampu mengatasi kelangkaan minyak goreng, sehingga tidak lagi membebani masyarakat.

“Harapan saya, supaya minyak goreng tidak langka, kalau murah terus barangnya tidak ada?. Jadi, seharusnya pemerintah bertindak, biar tidak seperti ini terus,” ujarnya.

Ditempat yang sama, pemilik toko, Satrio (26) mengatakan, ia menjual minyak goreng mengikuti program dari pemerintah, dengan harga Rp 14 ribu per liter. Makanya, pembeli membludak. Oleh sebab itu, dirinya meminta warga untuk antri, agar bisa kebagian secara merata, dengan pembatasan per orang hanya boleh membeli empat liter minyak goreng.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini menilai, kelangkaan kebutuhan pokok seperti minyak goreng yang sekarang terjadi, merupakan bentuk kegagalan pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat.

Terlebih, Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kelapa sawit terbesar, yang merupakan bahan baku membuat minyak goreng. (pra)