Ke Cikampek, Lewat Alteri Aja

RAMAI LANCAR :Pengendara melintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 14 Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (4/5). Arus lalu lintas di H+4 Lebaran Idul Ftri di ruas tol Jakarta-Cikampek terpantau ramai lancar. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Masyarakat Bekasi yang akan melintasi Tol Cikampek melalui Gerbang Tol Bekasi Barat dan Timur, diminta untuk mencari jalur alternatif pada musim arus balik Lebaran Idulfitri 2022. Pasalnya, kedua pintu tol tgersebut akan ditutup pada saat One Way diberlakukan. Sementara gerbang tol yang sebelumnya menjadi pintu masuk ke arah Japek diubah fungsinya menjadi pintu keluar.Sedangkan puncak arus balik diperkirakan mulai tanggal 6,7, dan 8 Mei mendatang.

Untuk menghindari kepadatan lalu lintas pada arus balik mendatang, Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk kembali ke perantauan lebih awal, atau alternatif lain menunda keberangkatan pasca puncak arus balik yang telah diperkirakan. Ajakan ini khususnya ditujukan presiden kepada pemudik dengan kendaraan pribadi.


“Saya menghimbau, saya mengajak bapak, ibu, saudara-saudara yang melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi agar kembali lebih awal, atau kembali setelah puncak arus balik. Tentunya sesuai dengan izin yang didapatkan dari tempat kerja,” kata Presiden dalam keterangan resmi belum lama ini.

Hal ini ditujukan untuk menghindari kepadatan lalu lintas hingga kenyamanan dalam perjalanan. Sederet rekayasa lalu lintas seperti Contraflow, One Way, Ganjil Genap (Gage), hingga larangan truk masuk jalan tol akan kembali diberlakukan pada puncak arus balik.


Pada saat puncak arus balik, tidak banyak perubahan di dua gerbang tol Japek yang ada di Kota Bekasi. Hanya pemilahan kendaraan sesuai dengan tanggal dan plat nomor jika sistem Gage diberlakukan.

“Saat arus balik nanti, kendaraan yang akan mengarah ke timur (Cikampek) kita alihkan melalui arteri. Dan GT Bekasi Barat dan Bekasi Timur yang mengarah ke Cikampek akan dijadikan off ramp (kendaraan) yang dari arah Cikampek,” ungkap Kasatlantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Agung Pitoyo Putro, Rabu (4/5).

Jadwal pemberlakuan One Way pada arus balik dilaksanakan mulai KM 414 GT Kalikangkung sampai KM 47 Tol Japek. Hari pertama, Jumat (6/5) dilakukan mulai pukul 14:00 WIB sampai 24:00 WIB, hari kedua dan ketiga dilakukan mulai pukul 07:00 WIB sampai 24:00 WIB, sedangkan hari terkahir berlangsung pukul 00:00 WIB sampai 03:00 WIB dini hari.

Sementara itu Plt Walikota Bekasi, Tri Adhianto menyampaikan bahwa Kota Bekasi telah siap menghadapi arus balik lebaran Idulfitri 2022. Kesiapan tersebut mulai dari sarana dan prasarana, hingga petugas yang akan berjaga.

Pada arus mudik lalu, situasi lalu lintas disebut relatif bisa dikendalikan. Pelaku perjalanan sudah bisa terpantau begitu masuk wilayah Kota Bekasi dengan personil lapangan maupun 36 kamera pemantau yang tersebar di jalan arteri.

“Sehingga akan lebih mudah memonitor, sehingga kalau ada penebalan (kepadatan), ada kecelakaan dan sebagainya, tentunya kita tidak berharap. Hari ini kan dari laporan kecelakaan yang ada dianggap tidak ada karena tidak ada yang meninggal, tidak ada laporan polisi,” ungkapnya.

Laporan yang ia terima, puncak arus balik dimulai tanggal 6 sampai dengan 9 Mei mendatang. Termasuk pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api, tiket sudah terjual habis sampai dengan tanggal 12 Mei.”Jadi menunjukkan geliat itu sudah ada,” tambahnya.

Rekayasa lalu lintas masih diberlakukan di ruas Tol Japek hingga TransJawa pada H+1 dan H+2 kemarin, berupa rekayasa Contraflow dan buka tutup jalan tol layang.

Volume kendaraan meninggalkan Jabodetabek masih tinggi dua hari pasca lebaran kemarin, ada 372 ribu kendaraan bergerak meninggalkan Jabodetabek atau 40,7 persen. Mayoritas 58,1 persen atau 216.562 kendaraan menuju Tol TransJawa dan Bandung.

“Distribusi terbesar masih menuju ke arah timur, yaitu sebesar 54,5 persen dengan lebih dari setengahnya menuju ke arah TransJawa via GT Cikampek Utama, menuju ke Jawa Tengah maupun Jawa Timur,” ungkap Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru.

Penampakan sama juga terjadi pada moda transportasi lain, penumpang Kereta Api Indonesia (KAI) jarak jauh masih cukup tinggi jumlahnya. Pada hari pertama pasca lebaran, tercatat ada 103.414 penumpang yang bergerak menggunakan KAI, jumlah ini sekira 85 persen dari total tempat duduk yang disediakan.

Satu hari setelahnya, atau H+2, jumlah penumpang meningkat menjadi 146,322 orang, jumlah ini sekira 120 persen dari total tempat duduk yang disediakan.

“Perjalanan kereta api jarak jauh pada hari pertama dan hari kedua libur lebaran digunakan pelanggan baik untuk mudik maupun balik, juga untuk keperluan lainnya,” terang VP Public Relations PT KAI, Joni Martinus.

Masa angkutan lebaran ditetapkan H-10 sampai H+10 lebaran, atau 22 April sampai 13 Mei mendatang. Hingga kemarin, tiket yang telah terjual sebanyak 2.051.841 tiket, atau 78 persen dari jumlah tiket yang disediakan.

Tanggal favorit keberangkatan pasca lebaran kata Joni di tanggam 4 dan 5 Mei, dengan tujuan Jakarta menuju Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, disusul Bandung menuju Surabaya.

“Jumlah tempat duduk kereta api masih cukup banyak, sehingga masyarakat dapat segera memesannya untuk bepergian selagi cuti bersama dari pemerintah masih berlangsung,” tukasnya. (Sur)