Seleksi Ketua Golkar Definitif

POLITISI SENIOR - Mantan Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi, Wikanda Darmawijaya (kiri),  bersama tokoh senior Golkar Kabupaten Bekasi, Yaman Edibair. Mereka merindukan kejayaan Partai Golkar di Kabupaten Bekasi. ISTIMEWA/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah politisi senior partai Golkar Kabupaten Bekasi, mulai menyeleksi sejumlah nama yang akan dijadikan ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi definitif, menjelang Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub).


“Kita mencoba mengharapkan siapa yang kira-kira pantas untuk diangkat, untuk ditunjuk, untuk dipercayai, untuk mendapat amanah sebagai ketua Golkar,” ujar mantan Ketua Golkar Kabupaten Bekasi periode 1993-1997, Wikanda Darmawijaya, kepada Radar Bekasi, belum lama ini.

Kata dia, sejumlah tokoh senior Golkar sudah melakukan diskusi bersama, yang akhirnya mengerucut ke satu nama untuk memimpin partai yang telah membesarkan namanya ini. Menurutnya, orang tersebut bisa diterima oleh semua pihak, karena memang cocok dan pantas untuk sekarang ini memimpin, mengingat sangat urgency atau dibutuhkan dalam rangka konsolidasi. “Kita harapkan ini betul-betul bisa mengayomi dari pada posisi organisasi Partai Golkar,” ucapnya.


Dirinya meyakini, orang tersebut akan melakukan perbaikan-perbaikan sistem pengelolaan dan manajemen. Termasuk akhlak dan tekad yang baik demi membangun Kabupaten Bekasi. Hal itu mengingat, ketika manajerial atau pengolahan yang kurang tepat. Termasuk akhlak yang kurang pas, akan membuat partai anjlok. “Insya Allah calon yang kita inginkan ini tahu persis langkah-langkah yang mesti dilakukan,” ungkapnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Bekasi periode 1998-2003 ini berharap, Musdalub sebaiknya segera dilaksanakan, agar ketua terpilih bisa menyusun barisan atau kepengurusan, termasuk melakukan langkah-langkah untuk Pemilu 2024 mendatang.

“Sebaiknya segera melaksanakan Musdalub. Karena partai lain sudah pada siap. Sementara partai Golkar gini-gini saja. Target saya bisa melebihi perolehan Pemilu 2019 lalu. Paling tidak minimal 12 sampai 13 kursi legislatif,” ungkapnya.

Senada disampaikan senior Golkar lainnya, Yaman Edi Bair. Kata dia, dengan tidak adanya kepemimpinan ketua definitif, para pengurus Partai Golkar di Kabupaten Bekasi terlihat tidak adanya kekompakan. Maka dari itu, ketua definitif yang terpilih harus betul-betul cinta dengan Golkar, bukan hanya sebagai alat kekuasaan. Pasalnya dia melihat, ada beberapa yang hanya ingin mengejar kekuasaan.

“Kriteria ketua yang betul-betul cinta kepada Golkar, bukan hanya sebagai alat kekuasaan. Karena yang saya lihat ada calon-calon yang memang mengejar kekuasaan,” ucapnya.

Terlebih saat ini Golkar punya target mencalonkan Ketua Umum, Airlangga Hartarto sebagai calon Presiden. Maka dari itu pelaksanaan Musdalub harus disegerakan, agar ketua terpilih bisa sepenuhnya bertanggung jawab, karena ketika tidak ada pemimpin tidak ada arah kebijakannya.

“Diusahakan secepatnya untuk Musdalub, karena kalau tidak ada pemimpinnya di partai, gimana mau arah kebijakan. Program yang ada di partai Golkar ini semrawut, karena tidak pemimpin. Saya berharap Pemimpinnya orang daerah sendiri,” tuturnya.

Sayangnya, Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi, Deden Y Hidayat, belum bisa memberikan kepastian perihal pelaksanaan Musdalub. “Belum ada kepastian, karena masih ada beberapa masalah yang harus diselesaikan dulu,” katanya. (pra)