Komisi 4 DPRD Kota Bekasi Dorong Digitalisasi Arsip dan Perpustakaan

Komisi 4 Usulkan Perpustakaan dan Arsip Digital
Salah seorang siswa membaca buku dari Perpustakan Keliling Pemkot Bekasi.

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI TIMUR – Kota Bekasi telah memiliki Perda Smart City sehingga Komisi 4 DPRD Kota Bekasi, menginginkan Perda Smart City harus terefleksikan dalam pengelolaan kota.


Dalam hal ini, Dinas Arsip dan Perpustakaan. Dengan adanya Perda Smart City harus bisa merefleksikan Kota Bekasi sebagai Smart City. Salah satunya lewat digitalisasi arsip dan perpustakaan.

“Nah, ini kelihatannya yang perlu di akselerasi. Karena kita belum melihat secara serius upaya-upaya itu, Digitalisasi Arsip dan Perpustakaan, red),” kata Ketua Komisi 4 DPRD Kota Bekasi Daradjat Kardono, saat dihubungi RADARBEKASI.ID, Rabu (25/5).


Daradjat mengatakan, pihaknya ingin setiap dinas memiliki arsip yang bukan hanya sekedar terdokumentasi secara fisik. Sudah saatnya arsip-arsip itu kini disimpan, kemudian juga harus diikuti masalah tensinya. Berapa lama disimpan dan tidak mungkin disimpan selamanya. Kalau disimpan terus menerus dan menumpuk akhirnya manjadi gudang kertas di kantor-kantor dinas.

“Itu harus dikelola. Arsip-arsip yang non digital pun harus bisa disimpan menjadi digital. Bisa discan, itu bisa menghemat tempat, biaya dan juga perlengkapannya,” ucapnya.

Ia juga mengaku, dari pada menyimpan data, dokumen dan arsip sebegitu banyak di ruangan. Lebih baik diperbaiki pengelolaan dengan cara memanfaatkan teknologi digital yang ada sekarang ini.

“Jika menggunakan digital akan lebih efisien dan mudah serta aman menyimpan arsipnya,” jelas Daradjat.

Selain itu, ia juga menjelaskan terkait perpustakaan. Sekarang ini masyarakat lebih banyak menggunakan gawai ketimbang datang ke Perpustakaan. Apalagi, Perpustakaan Kota Bekasi kurang dikelola dengan baik sehingga kurang menarik minat masyarakat.

“Ya kalau dilihat kurang menarik minat kita ingin Perpustakaan juga dibenahi. Supaya orang tertarik datang dan Manarik minat baca bagi orang-orang yang membutuhkan informasi,” terangnya.

Oleh karena itu, digitalisasi harus dimulai untuk sumber-sumber referensi buku yang memang ingin disimpan dan ingin ditawarkan. Untuk dipinjamkan dan seterusnya.

“Ini juga harus dimulai. Saya dengan dinas sudah memulai untuk mengadakan kerjasama beberapa kampus. Terutama untuk mengintegrasikan informasi dalam Perpustakaan kampus ditampilkan dalam website kampus mereka dengan aplikasi yang sudah mereka siapkan,” paparnya.

Dengan demikian, Pemerintah Kota Bekasi bisa mengelola Arsip dan Perpustakaan lebih efektif dan efisien. Ini harus dilakukan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bekasi.

“Ke depan rencana pembangunan Gedung Arsip dan Perpustakaan direncanakan akan dilakukan evaluasi ulang. Intinya kalau ingin sarana dan prasarana yang baik kita akan dukung kita akan tindaklanjuti apakah pengajuan perencanaan berlangsung sudah ada. Tinggal kita mem-follow up. Dan kita bahas dengan TAPD serta Tim Banggar,” ungkap Daradjat Kardono. (adv)