Iman Usulkan Bangun Fasilitas Olahraga Terpadu

FOTO BERSAMA : Sejumlah Pengurus Cabang Persatuan (Pengcab) Olahraga Squash Indonesia (PSI) Kabupaten Bekasi, foto bersama usai pengukuhan, di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/6). IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pengurus Cabang (Pengcab) Olahraga Persatuan Squash Indonesia (PSI) Kabupaten Bekasi, berencana untuk membangun tempat latihan atau pertandingan (venue) bagi para atlet squash.

Hal ini merupakan keseriusan Pengcab PSI Kabupaten Bekasi, yang baru dikukuhkan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Rabu kemarin (29/6).


Menurut Ketua Pengcab PSI Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha, langkah awal pengurus olahraga yang mirip dengan tenis lapangan ini, memiliki potensi positif, baik dalam prestasi maupun industri.

“Saya akan mengajak musyawarah kembali bidang aset, Disbudpora dan Disperkimtan, dan berkomunikasi dengan Komite Nasional Olahraga (KONI) Kabupaten Bekasi. Setelah itu, baru ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui perangkat daerah,” ujar Iman.


Ia menyampaikan, pihaknya berharap adanya lahan fasos fasum yang bisa digunakan sebagai lapangan olahraga terpadu, didalamnya ada boling, tenis meja dan squash.

Kata Iman, atlet asal Kabupaten Bekasi, menjadi kontingen yang prestasi di Jawa Barat. Hal itu terlihat dari perolehan medali yang didapat dari berbagai ajang olahraga bergengsi.

“Pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2010 lalu, atlet asal Kabupaten Bekasi tidak pernah absen, dan selalu memperoleh emas. Pada 2018, dengan atlet regenerasi, perolehannya pun positif. Ini yang menjadi semangat kami untuk melakukan pengembangan,” beber Iman.

Hanya saja, lanjut Iman, meski meraih segudang prestasi, namun Kabupaten Bekasi tidak memiliki venue squash. Untuk berlatih, para atlet terpaksa harus ke Bandung. Kondisi ini yang melatarbelakangi keseriusannya dalam mengembangkan squash.

Iman menambahkan, Detail Engineering Design (DED) pembangunan sarana olahraga terpadu itu sudah tersusun. Sehingga, bakal menggabungkan squash, biliar, bowling dan tenis meja.

“DED ini akan kami coba usulkan kembali pada dinas terkait melalui KONI. Semoga dapat disetujui, sehingga bisa dilaksanakan pada 2023 mendatang,” harap Iman.

Pria yang juga Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Bekasi ini menilai, tidak hanya untuk pengembangan atlet, keberadaan sarana tersebut bisa menjadi modal untuk mensosialisasikan squash ke masyarakat luas.

“Di Kabupaten Bekasi ini kan banyak ekspatriat, dan mereka senang squash, jadi sarananya bisa bermanfaat. Selain itu, bisa digunakan juga oleh masyarakat luas, sehingga muncul bibit-bibit baru atlet squash dari Kabupaten Bekasi,” ucap Iman.

Dirinya juga menyampaikan, pada Porprov 2022 mendatang, squash Kabupaten Bekasi menargetkan juara umum. Dari tujuh nomor yang dipertandingkan, perolehan minimal empat medali emas.

“Insya Allah, tiga medali sudah bisa diraih, tapi sebenarnya minimal empat untuk juara umum. Kami optimis, bisa sebagai bagian dari target KONI dan Pak Pj Bupati Bekasi, agar kontingen Kabupaten Bekasi menjadi juara umum di Porprov November mendatang,” terang Iman.

Sementara Ketua PSI Jawa Barat, Daud Achmad, menyambut baik rencana pembangunan sarana squash di Kabupaten Bekasi. Ia berpendapat, lapangan menjadi modal dasar yang sangat penting untuk mengembangkan suatu olahraga.

“Karena atlet sudah bagus, tapi kasihan tidak memiliki venue. Jadi kalau mau latihan harus ke Bandung. Maka saya titip, agar rencana pembangunan dan pengembangan venue squash ini dapat segera terealisasi,” pungkas Daud. (and)