Bekali Pemuda Kesibukan Bermanfaat

Ketua DPRD Kota Bekasi H.M Saifuddaulah, SH, MH, M.Pd.I

Oleh: H.M Saifuddaulah, SH, MH, M.Pd.I (Ketua DPRD Kota Bekasi)

PEMUDA adalah aset terpenting dan utama dalam sebuah negara, bangsa, dan agama. Karena pemuda bukan hanya sekedar harapan regenerasi, akan tetapi adalah bibit-bibit yang akan meneruskan sebuah peradaban hingga datangnya akhir zaman.


Dalam kajian Islam, pembinaan terhadap pemuda menjadi kewajiban kolektif, seluruh elemen masyarakat. Tentang pentingnya memperhatikan pemuda dalam rangka kaderisasi dan kehidupan berbangsa, disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam pesannya, “Aku pesankan agar kalian berbuat baik kepada para pemuda, karena sebenarnya hati mereka itu lembut. Allah telah mengutus aku dengan agama yang lurus dan penuh toleransi, lalu para pemuda bergabung memberikan dukungan kepadaku. Sementara para orang tua menentangku.”

Juga dipertegas dengan pernyataan sahabat Rasulullah, Ibnu Abbas, yang menyatakan, ”Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi melainkan pemuda. Dan seorang alim tidak diberi ilmu pengetahuan oleh Allah melainkan di waktu masa mudanya.”


Sehingga tak heran. Sejak 2015, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah menetapkan Hari Keterampilan Pemuda Sedunia (World Youth Skill Day) setiap tanggal 15 Juli.

Meski dilatarbelakangi oleh kondisi banyaknya kaum muda yang menganggur. Keputusan Majelis Umum PBB tertanggal 2 Februari 2015, dilakukan sebagai bentuk keprihatinan PBB atas tingginya angka pengangguran global pada 2013 silam.

Berdasarkan data dalam surat tersebut, jumlah pemuda yang menganggur pada 2013 diperkirakan mencapai 74,5 juta. Angka pengangguran terbanyak berasal dari negara-negara berkembang.

Majelis Umum mengingatkan setiap negara anggota PBB agar memaknai penting dan strategisnya membekali kaum mudanya dengan keterampilan untuk pekerjaan, meningkatkan kemampuan/skill kaum muda dalam menetapkan pilihan pekerjaan dan kewirausahaan, di tengah akses pasar tenaga kerja yang terus berubah.

Banyak literasi dan kajian, bahwa kaum muda merupakan penggerak perubahan dan harus sepenuhnya terlibat dalam keputusan yang mempengaruhi masa depan mereka. Sehingga mendesak semua elemen masyarakat, terutama pemerintah baik pusat maupun daerah agar bertindak untuk pengembangan keterampilan pemuda sebagai prioritas.

Semangat pembangunan dan pembinaan keterampilan pemuda ini harus terus digerakkan sebagai jawaban kondisi pemuda saat ini yang lebih banyak mulai kehilangan spirit berjuang, spirit belajar, atau kebanyakan pemuda kini berpikir ‘instan’.

Bahkan harus disadari stakeholder bangsa, bahwa banyak hasil riset tentang dampak pandemi Covid-19 terhadap kecakapan kaum muda. Salah satunya disampaikan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan di bawah naungan PBB, yang menyatakan bahwa terdapat sekitar 124 juta anak di seluruh dunia gagal menguasai kecakapan minimum membaca akibat pandemi ini.

Zaman yang dinamis. Bukan menjadi alasan untuk mundur, akan tetapi menjadi sebuah spirit untuk bangkit. Karena jika hanya diam dan menyibukkan diri dengan hal tak berguna. Maka akan terlindas zaman atau hanya menjadi sampah masyarakat. Pengangguran dan beban keluarga dan masyarakat.

Mengingat betapa besar sumber daya potensi sekaligus emosi yang dimiliki pemuda, maka sepantasnyalah segenap masyarakat dan Pemerintah Kota Bekasi membimbing serta memberi ruang kaum muda untuk berkreasi dan mengembangkan keterampilannya.

Ada wadah KNPI, Karang Taruna serta organisasi atau kelompok kepemudaan lainnya. Dan kini di Kota Bekasi ada Gedung Bekasi Kreatif. Optimalkan semua potensi untuk pengembangan keterampilan dan budaya kreatif serta inovasi di kalangan pemuda.

Seluruh stakeholders Kota Bekasi, terutama Pemkot Bekasi harus melibatkan pemuda ke dalam berbagai aktivitas yang positif dan konstruktif, membina jiwa mereka secara rutin dengan siraman rohani, membentengi mereka dengan tausiyah agar tidak terjebak ke dalam perbuatan nista, narkoba, dan kejahatan, serta mengajari mereka dengan teladan kebaikan orang tua.

Dalam ajaran Islam, setiap pemimpin harus segera sadar akan pentingnya pemuda dan kaderisasi. Saatnya kita munculkan generasi muda idaman berkarakter Ashabul Kshfi, berakidah Ibrahim, pecinta sifat-sifat mulia para Nabi. Dengan demikian, para pemuda dan pemudi mempunyai kriteria dan karakter yang jelas dalam kehidupan keseharian, bermanfaat bagi diri, masyarakat dan bangsanya.

Hari Keterampilan Pemuda Sedunia 2021 ini juga mengingatkan kita terkait ketahanan dan kreativitas pemuda Indonesia melalui krisis yang menantang saat ini karena digital disruption, pandemic disruption yang sedang berlangsung dan millenial disruption.

Pemerintah Kota Bekasi, dalam hal ini Dinas Kepemudaan dan Olahraga serta stakeholder yang terlibat dalam penyelenggaran pendidikan dan kepemudaan harus sudah berpikir dan melaksanakan bagaimana menciptakan sebuah sistem pembinaan pemuda beradaptasi dengan pandemi dan resesi, memikirkan bagaimana sistem pembinaan keterampilan pemuda tersebut dapat berpartisipasi dalam pemulihan, dan membayangkan prioritas yang harus mereka adopsi untuk Indonesia pasca-Covid-19.

Belum terlambat, maka dewan dan Pemkot Bekasi harus segera membuat program dan langkah-langkah cepat membuat “PROGRAM DARURAT ADAPTASI” untuk mengantisipasi berubahnya wajah dunia kerja akibat triple disrupsi (Digital disruption, pandemic disruption, millenial disruption), karena kaum muda saat ini membutuhkan keterampilan baru agar bisa menyesuaikan diri dengan tuntutan kerja baru, baik kemampuan teknis maupun nonteknis.

Saya juga ingatkan kaum muda. Bangkitlah, buka mata lebar-lebar. Tantangan kehidupan ke depan semakin berat. Jadilah, pemuda yang selalu haus dan mau belajar; pemuda yang memiliki mimpi yang besar, bekerja dan berfikir keras untuk mewujudkan mimpinya itu; pemuda itu selalu kreatif dan memiliki inovasi sebagaimana Thomas Alfa Edison yang ribuan kali melakukan percobaan untuk penemuan lampu pijarnya. Dan berkata: Aku tidak pernah gagal, aku hanya menemukan 10.000 cara yang salah.

Begitulah karakter pemuda, siap menerima penolakan, siap dikritik dan menerima masukan. Lalu belajar dari kesalahan sebelumnya agar tidak jatuh ke lubang yang sama.

Jadilah kaum muda yang senantisa mengasah dan mengisi hari-hari dengan pengetahuan dan menggali potensi diri untuk menjemput impian kalian di masa depan, mencapai Indonesia Emas.

Sebagai spirit agar tahun emas (gold age) Indonesia tahun 2035 sebagai bonus demografi ini mampu diisi oleh pemuda atau usia produktif Indonesia yang diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa Indonesia. Yaitu mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa.

Jadilah pemuda seperti Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA, sahabat, sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW ini adalah sosok pemuda yang patut kita teladani. Sebab Ali sudah mencontohkan karakter pemuda yang sesungguhnya.

Di usianya yang masih terbilang kanak-kanak, dia sudah berani menyatakan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka wajar jika ia berpesan kepada kita: “Sesungguhnya pemuda itu ialah yang berani berkata inilah diriku, dan bukanlah pemuda itu yang berkata inilah ayahku”.

Sehingga perubahan ke depan oleh kaum muda akan terjadi. Seperti ungkapan Soekarno “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. (*)