Ratusan BB Motor Menumpuk di Halaman Satlantas

KENDARAAN BERMOTOR: Warga melihat kendaraan bermotor yang merupakan barang bukti (bb) dari berbagai peristiwa, di Kantor Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi, Desa Wangunharja, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (14/7). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ratusan barang bukti (bb) kendaraan dari berbagai peristiwa, menumpuk di Kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Bekasi, Desa Wangunharja, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Kendaraan yang didominasi roda dua ini, rata-rata merupakan bb kecelakaan lalu lintas, dengan kondisi sudah rusak parah, dan tidak diurus oleh pihak keluarga atau korban.


Kanit Satlantas Polres Metro Bekasi, Iptu Carmin menyampaikan, saat ini tempat penyimpanan bb sudah direvitalisasi, dari yang sebelumnya di halaman kantor, sekarang dipindah ke gudang yang berada di kantor Laka Lantas. Untuk jumlahnya sendiri kata Carmin, sekitar 180 kendaraan didominasi oleh kendaraan roda dua.

“Jadi untuk penempatan bb, mulai kami lakukan pembenahan, yakni di dalam gudang yang berjumlah sekitar 180 kendaraan roda dua,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (14/7).


Dari pantauan Radar Bekasi di lokasi, kondisi kendaraan bb tersebut sudah dipindah ke gudang, walaupun masih ada berada yang di luar. Rata-rata kondisi kendaraan tersebut sudah mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Kenapa sempat berada di luar, karena kondisi halaman seluas 4900 meter itu masih bersih. Tapi saat ini, sudah ditumbuhi rumput, sehingga dimasukkan ke gudang,” beber Carmin.

Ia menjelaskan, bb kendaraan yang berada di Laka Lantas ini sudah ada sejak tahun 2004, setelah terpisahnya Kabupaten Bekasi dengan Kota Madya. Bahkan rata-rata pemilik kendaraan sudah pindah ketika dicek. Kemudian ada juga yang berkaitan dengan bank maupun leasing. Termasuk kecelakaan lalu lintas, yang kasusnya belum selesai.

Walaupun kasusnya sudah selesai, pihak keluarga enggan untuk mengambilnya lagi, karena sudah rusak parah, sehingga dibiarkan begitu saja.

“Walaupun diperbaiki, biayanya lumayan besar. Akibatnya, para pemilik membiarkan begitu saja,” terangnya.

Sementara untuk bb mobil, lanjut Carmin, hanya ada beberapa saja, dan kebanyakan diambil oleh pemilik. Mengingat nilai ekonomisnya cukup tinggi.

“Untuk bb mobil yang nggak diambil, hanya ada dua sampai tiga kendaraan, itu pun kondisinya sudah rusak parah,” ucapnya.

Carmin juga meminta kepada masyarakat yang masih mau mengambil bb tersebut, bisa datang ke Polres Metro Bekasi, dengan membawa surat-surat kendaraan lengkap.

“Kami dari Satlantas menghimbau kepada masyarakat, jika ingin mengambil bb kendaraan, silahkan datang langsung dengan membawa surat-suratnya,” imbuh Carmin. (pra)