DKM Al-Iman Kota Baru Resmi Dirikan Pesantren Tahfiz Quran

Para pengurus Pesantren Tahfiz Quran Al-Iman foto bersama para pejabat Pemkot Bekasi dan Anggota DPRD Kota Bekasi usai peresmian Pesantren Tahfiz Quran Al-Iman, Minggu (31/7).

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI BARAT –  Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Iman, Jalan Limau Raya Perumahan Harapan Baru, Kota Baru, Bekasi Barat, resmi meluncurkan Pesantren Tahfidz Quran, Minggu (31/7).


Pesantren Tahfidz ini gratis bagi warga setempat dan umumnya warga Kota Bekasi.

Peresmian dihadiri para pengurus DKM Masjid Al-Iman, Anggota DPRD, Kemenag Kota Bekasi, Camat Bekasi Barat dan Lurah Kota Baru serta tokoh masyarakat sekitar dan guru-guru Tahfiz Quran Pesantren Al-Iman.


Ketua DKM Masjid Al-Iman, Aswendy Dahdir mengatakan, pendirian pesantren tahfidz ini adalah gagasan pengurus DKM Al-Iman. Ini melengkapi lembaga pendidikan sebelumnya yang sudah ada, yaitu Taman Pendidikan Al-Quran (TPA).

“Ini kita salurkan dan kita tingkatkan pendidikannya ke jenjang yang lebih baik. Yakni Tahfiz Quran. Makanya kita dirikan Pesantren Tahfiz Quran ini. Supaya anak-anak TPA ini langsung loncat ke Tahfiz Quran,” katanya.

Target tahap awal ini, imbuh Aswendy, memberi kesempatan sebanyak 15 orang dari TPA untuk Tahfiz Quran. Diharapkan dalam kurun waktu dua hingga 2,5 tahun akan menjadi Hafidzul Quran (Penghafal Quran).

“Kita targetkan setiap bulan setiap Minggu itu ada target. Berapa juz, berapa ayat yang akan dihapalkan,” ucapnya.

Sementara, untuk guru pengajar sudah disiapkan sebanyak lima orang. Guru Tahfiz Quran dua orang dan Guru TPA tiga orang. Dipimpin oleh seorang Hafidzul Quran lulusan Pesantren Tebu Ireng, Jawa Timur.

“Mudah-mudahan dengan bimbingan beliau bisa membuat anak-anak menjadi Hafidzul Quran,” harap Aswendy.

Untuk diketahui, total keseluruhan siswa di TPA  Al-Iman saat ini ada 60 orang. Dan sudah masuk ke level Quran baru 15 orang.

“Karena sebelum masuk menghafal Quran mereka harus bisa membaca Al-Quran secara benar. Kalau sudah benar panjang pendek baru ia masuk ke Tahfiz Quran. Makanya baru 15 ini yang masuk Tahfiz Quran,” ujarnya.

Ia mengatakan, idealnya anak-anak menghafal Quran itu membutuhkan waktu 2,5 tahun. Tapi bagi anak yang daya tangkapnya kuat itu, cukup hanya 1,5 tahun saja.

Dikarenakan, setiap anak itu masing-masing memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Kalau mereka daya tangkapnya kuat satu kali baca sudah hafal. Dan ada pula yang berkali-kali baru hafal. Intinya setiap sore itu anak diwajibkan setor bacaannya. Pagi mereka membaca, sore sudah disetor ke gurunya.

“Jadi setiap setoran itu diulang-ulang terus. Mereka bisa membaca di rumah mau pun di masjid. Akan kita bimbing melalui guru Tahfiz Quran yang ada,” terangnya.

Ia menyampaikan, tujuan mendirikan Pesantren Tahfiz Quran ini supaya anak-anak muda di lingkungan Perumahan Harapan Baru 1 menjadi generasi yang Rabbani. Dan generasi yang memahami Islam, karena kebaikan itu ada di dalam Al-Quran.

“Dengan diresmikannya Pesantren Tahfiz Quran, ini akan mulai beroperasi Senin (1/8). Kita targetkan setiap tahun dapat melahirkan para Hafidzul Quran (para penghafal Quran). Kita juga membuka untuk warga lainnya karena ini kita buka secara gratis,” ungkapnya.

Anggota DPRD Kota Bekasi, Muhammad Faisal mengaku, dengan adanya pesantren di lingkungannya diharapkan dapat memperkuat Ukhuwah Islamiyyah yang ada di Perumahan Harapan Baru 1 ini, tepatnya di RW 05, Kelurahan Kota Baru.

“Saya sebagai anggota DPRD sangat apresiasi adanya pesantren ini. Dan saya akan mensupport segala kegiatan yang dilakukan Pesantren Tahfiz Quran Al-Iman ini,” katanya. (pay)