Cerita Guru Penggerak dari SMPN 17 Kota Bekasi, Fungsi dan Peran Guru Tidak Hanya Mengajar

MENGAJAR: Guru sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMPN 17 Kota Bekasi Arief Purnama saat melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas, Selasa (2/8). JESICA ARYANTI/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Arief Purnama dan Adin Hanafi merupakan Guru Penggerak dari SMPN 17 Kota Bekasi. Berkat program ini, keduanya diingatkan bahwa fungsi dan peran guru tidak hanya mengajar.


Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang menerapkan Merdeka Belajar dan menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid.

Guru Penggerak menggerakkan organisasi belajar bagi guru di sekolah dan di wilayahnya serta mengembangkan program kepemimpinan murid untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.


Arief Purnama merupakan guru SMPN 17 Kota Bekasi yang mengikuti program Guru Penggerak angkatan kelima. Lelaki yang diberikan amanah sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum ini mengaku, banyak sekali mengalami perubahan setelah mengikuti program tersebut.

“Mulai dari cara memperlakukan peserta didik itu cukup memberikan khasanah atau makna baru dalam penyampaian pembelajaran dimana fokus program Guru Penggerak ini juga kan murid ya, jadi peserta didik harus kita layani senyaman mungkin pada saat mengikuti pelajaran kita,” ungkap Arief saat berbincang dengan Radar Bekasi, Selasa (2/8).

 

Dalam program itu, menurutnya, para guru dilatih untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan meningkatkan kompetensi para murid.

Kemarin, terlihat pengajar mata pelajaran Bahasa Inggris itu memiliki cara unik dalam mengajar di kelas. Arief hanya membawa proyektor mini dan handphone untuk memberikan materi kepada peserta didiknya.

Para siswa pun nampak sangat gembira ketika Arief mulai memberikan materi. Ia mengaku sudah menggerakan rekan sesama guru untuk memperbarui cara mengajar sebelum adanya program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tersebut.

“Jauh sebelum Kemendikbudristek menyelenggarakan program Guru Penggerak, saya sudah lama mengajak rekan-rekan saya untuk mengupgrade cara mengajar dari cara mengajar yang konvensional menjadi cara belajar yang digital yang artinya para guru menguasai aplikasi digital untuk mengajar dan itu juga yang diberikan pada saat mengikuti program Guru Penggerak,” ungkapnya.

Arief berpesan kepada para pengajar agar jangan sampai terjadi learning lost sehingga anak-anak tidak kehilangan haknya dalam penerimaan pembelajaran.

Sementara, guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK) di SMPN 17 Bekasi Adin Hanafi juga mengikuti program Guru Penggerak. Ia mengungkapkan alasannya mengikuti program tersebut.

“Karena ini merupakan program pengembangan diri juga ya, jadi saya ikuti program ini dan juga setelah mengikuti program ini kita jadi diingatkan kembali fungsi dan peran guru itu seperti apa, tidak hanya mengajar tapi juga kita harus bisa mengimbaskannya kepada orang lain,” ungkap Adin dalam kesempatan yang sama.

Ia mengaku, setelah mengikuti mengikuti program Guru Penggerak lebih siap dalam pemahaman kemampuan digital. “Kalau kesiapan dalam hal-hal lain sama saja, namun karena kita telah mengikuti berbagai tes dan pelatihan jadi bisa dibilang kita lebih paham dalam hal pembelajaran digital,” tambah Adin.

Adin berharap, semua guru bisa mengikuti program Guru Penggerak. Selain untuk pengembangan diri, juga baik untuk membantu para siswa agar terus maju. (cr1)