Vaksin Dosis Empat Tahap Pendataan

ILUSTRASI BOOSTER: Petugas medis menyuntikan vaksin booster di Alun-Alun Kota Bekasi, belum lama ini. Booster kedua atau vaksin ke empat di Kota Bekasi belum tersedia. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tenaga Kesehatan (Nakes) sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 bakal mendapat vaksin booster kedua atau dosis empat. Namun hingga saat ini, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan masih melakukan proses pendataan. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengungkapkan, hingga saat ini proses pendataan tenaga kesehatan masih dilakukan.”Masih proses ada yang sudah menyampaikan data nya, ada juga yang belum menyampaikan,” ungkapnya kepada Radar Bekasi Rabu, (3/8).

Sementara terkait pengajuan vaksinasi booster keempat, sudah dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bekasi kepada Dinkes Provinsi Jawa Barat. “Sudah pengajuan ke pihak provinsi,” terangnya.


Diketahui, data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi untuk angka vaksinasi dosis pertama per tanggal 1 Agustus 2022 mencapai 1.892.932 (93,88 persen), dosis kedua 1.700.296 (84,34 persen), dan dosis ketiga 821.910 (40,77 persen).

Pihaknya menyampaikan bahwa target pencapaian vaksinasi booster ketiga di Kota Bekasi, belum maksimal. Target pencapaian vaksin di angka 60 persen, namun saat ini baru tercapai 40 persen.


“Capaian vaksinasi sekarang untuk booster ketiga baru mencapai 40 persen, padahal targetnya kita 60 persen waktu itu. Sehingga diharapkan kepada semua masyarakat, bersama-sama kita punya tanggung jawab. Bagi yang belum melaksanakan dosis vaksinasi ketiga ini segera melakukan booster, khususnya bagi yang punya komorbid- komorbid,” tuturnya.

Terkait ketersediaan vaksinasi Covid-19 di Kota Bekasi per tanggal 1 Agustus 2022 berjumlah 22.910 dosis vaksin. Rincinya vaksin Sinovac 26 dosis, Pfizer 22.884 dosis.

Dinkes juga berencana membuat gerai vaksinasi guna memaksimalkan capaian vaksin di masyarakat. “Dulu kan kita selain di puskesmas ada juga di masing- masing wilayah. Karena yang bergerak tidak bisa puskesmas saja, tapi harus ada di seluruh wilayah,” jelasnya.

Terpisah, Direktur RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Kusnanto Saidi mengungkapkan, bahwa pelaksanaan vaksinasi booster keempat bagi tenaga kesehatan, saat ini belum dilakukan.

“Kami masih menunggu arahan dari Dinkes, terkait pelaksanaan vaksinasi booster keempat. Jadi ditempat kami belum dilaksanakan,” terangnya.

Menurutnya pelaksanaan vaksinasi booster keempat bagi tenaga medis, merupakan salah satu langkah yang cukup baik. Sebab tenaga medis merupakan garda terdepan yang harus tetap dipastikan keamanan dan juga kesehatannya.

“Saya kira ini merupakan salah satu langkah yang cukup baik, dan tenaga medis sudah pasti siap untuk menerima vaksinasi booster keempat ini,” tuturnya.

Sementara RSUD Kota Bekasi sendiri bakal melakukan vaksinasi booster keempat utamanya kepada tenaga medis dan juga non medis, selain itu satpam dan juga para mahasiswa PKL RSUD.

“Tenaga medis dan non medis yang menjadi sasaran vaksinasi booster di RSUD sebanyak 1.700, ditambah cleaning service, satpam, mahasiswa PKL, calon perawat juga masuk ke dalam usulan kami. Jadi totalnya sekitar 2.200. Rencananya jika dosisnya sudah ada, kami akan laksanakan vaksin di aula lantai delapan,” tukasnya. (dew).