SMPN 1 Menuju Sekolah Adiwiyata Nasional

ILUSTRASI: Sejumlah siswa SMPN 1 Kota Bekasi berkumpul di lapangan dalam kegiatan Sekolah Pendidikan Ramah Anak (SPRA), Senin (29/8). Sekolah di wilayah Bekasi Timur ini akan mewakili Kota Bekasi menuju Sekolah Adiwiyata tingkat nasional. ISTIMEWA

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – SMPN 1 Kota Bekasi meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata 2022 tingkat provinsi. Selanjutnya, sekolah di wilayah Bekasi Timur ini akan mewakili Kota Bekasi menuju Sekolah Adiwiyata tingkat nasional.


Kepala SMPN 1 Kota Bekasi Muktia Wahyudi Isra mengatakan, sekolahnya masuk kedalam empat sekolah di Bekasi yang lolos pada tahap dua Sekolah Adiwiyata.

“Sekarang sudah masuk ke tahap dua, setelah sebelumnya ada sekitar delapan sekolah yang ikut ke program Sekolah Adiwiyata ini,”  ungkapnya kepada Radar Bekasi, Senin (29/8).


Menurut Mukti, nantinya jika SMPN 1 Kota Bekasi lolos pada tahap dua tingkat provinsi maka akan dilanjutkan hingga ke tingkat nasional. Dalam program Sekolah Adiwiyata, pihak sekolah harus memperhatikan tentang lingkungan sekolah yang sehat, bersih, dan indah.

Ia mengatakan, SMPN 1 Kota Bekasi sering mengadakan kegiatan gotong royong yang diikuti oleh para guru dan peserta didik. “Setiap dua kali dalam sebulan itu kita adain gotong royong, kalau yang dilakukan bersama guru dan siswa itu kita adain dua kali dalam sebulan. Kalau yang siswa doang itu kita adainnya dua kali seminggu,” jelas Mukti.

Dalam kegiatan royong tersebut, siswa dan guru membersihkan lingkungan sekolah secara bersamaan. Setiap bulannya, Mukti mengatakan bahwa akan ada penghargaan untuk para siswa yang kelasnya dinilai paling bersih.

“Penilaiannya itu dilakukan setiap hari sama guru-guru yang mengajar di hari itu yang nantinya setiap bulannya akan diberikan reward oleh kami untuk kelas terbersih, itu juga sebagai motivasi anak-anak untuk selalu menjaga kebersihan,” ungkapnya.

Di sekolah, para siswa ditanamkan rasa tanggung jawab dan hemat listrik sebagai salah satu bagian dari menjaga lingkungan. Seperti mematikan AC dan lampu di ruangan kelas jika sudah berakhirnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Disini kita juga udah disediain sampah yang tipenya itu dibedakan menjadi tiga yaitu sampah organik, anorganik, dan sampah berbahaya,” ungkapnya.

Para peserta didik sangat diedukasi dalam membiasakan membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan kategorinya dengan dibedakannya tempat sampah tersebut.

Dari upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah, Mukti menganggap bahwa hal tersebut memiliki manfaat yang sangat berarti. “Itu pembiasaan kecil ya yang manfaatnya itu besar. Mudah-mudahan saja kebiasaan yang anak lakukan di sekolah bisa kebawa pas di rumah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya sekolah untuk mengubah karakter anak menjadi lebih baik khususnya dalam menjaga dan mencintai lingkungan sekitar. (cr1)