Berita Bekasi Nomor Satu

Ratusan Warga di Kabupaten Bekasi Terdampak Banjir

PUTUS AKSES: Foto udara banjir di Desa Satriajaya, Tambun Utara, Selasa (5/5). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ratusan warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bekasi terdampak banjir akibat luapan Kali Bekasi dan Kali Cibeet, Selasa (5/5). Selain merendam permukiman, banjir merendam akses jalan utama sehingga mengganggu mobilitas masyarakat.

Kondisi terparah terjadi di Jalan Raya Pisangan, Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara. Luapan Kali Bekasi yang mencapai badan jalan membuat arus lalu lintas lumpuh total. Sejumlah pengendara mobil dan sepeda motor terpaksa memutar balik karena tidak berani melintasi arus.

Seorang pengendara, Andhika (42), mengaku terjebak saat hendak menuju Perumahan Darmawangsa melalui jalur tersebut. Ia menilai banjir di lokasi itu kerap berulang, terutama saat hujan deras di wilayah hulu.

“Kalau Bogor hujan deras, airnya turun ke sini terus meluap. Sudah sering banget, dalam satu tahun ini sudah tidak terhitung,” kata Andhika.

Ia mendesak pemerintah segera mengambil langkah permanen agar banjir tidak terus berulang. Antara lain dengan memperkuat tanggul Kali Bekasi sehingga air tidak meluap ke jalan saat debit meningkat.

“Harapannya pemerintah bisa memancang tanggul Kali Bekasi biar ketika meluap airnya tidak ke jalan utama lagi,” katanya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengatakan banjir dipicu kiriman air dari hulu yang mengalir ke Kali Bekasi dan Kali Bekasi.

Ia menyebut, luapan Kali Bekasi berdampak di Desa Satriajaya, sedangkan Kali Cibeet merendam Parung Lesang di Cikarang Pusat, Desa Labansari di Cikarang Timur, serta Bojongsari di Kedungwaringin.

Meski air mulai berangsur surut, jumlah warga terdampak mencapai ratusan jiwa. Di Desa Satriajaya, tercatat 75 kepala keluarga atau 285 jiwa terdampak di wilayah RW 002, yang tersebar di RT 001, RT 005, dan RT 006.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur. Ketinggian air akibat luapan Kali Cibeet mencapai 50 hingga 80 sentimeter dan merendam sejumlah titik permukiman, antara lain Kampung Leuwilaban, Kampung Jatimulya, serta dua titik di Kampung Nanggewer.

“Saat ini Anggota BPBD masih melakukan pendataan di lokasi dan menyiagakan personel untuk mengantisipasi kenaikan debit air susulan,” tutup Dodi. (ris)