Ketua Komisi 4: Relokasi SDN Kota Baru 2 dan 3 ke Lokasi Lebih Aman

Ketua Komisi 4 DPRD Kota Bekasi Daradjat Kardono.

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kecelakaan maut di Jalan Raya Sultan Agung, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (31/8) mengundang perhatian berbagai kalangan. Termasuk dari Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKS, Daradjat Kardono.


Daradjat Kardono yang juga Ketua Komisi 4 DPRD Kota Bekasi menyatakan keprihatinannya yang mendalam dalam kecelakaan maut yang menewaskan 10 orang, termasuk diantara korban tewas siswa dari SDN Kota Baru 2 dan 3.

“Yang pertama, saya sampaikan dukacita yang mendalam orangtua dan kerabat para korban yang wafat akibat kecelakaan tersebut,” ungkap legislator PKS ini.


Selanjutnya, sambung dia, perlu diambil pembelajaran atas kecelakaan maut ini. Sehingga dapat dilakukan perbaikan dan kasus serupa yang memprihatinkan tidak terulang lagi di sekolah-sekolah lainnya di Kota Bekasi.

Sebagai bahan review, Daradjat menyayangkan keberadaan sekolah di pinggir jalan utama Jalan Raya Sultan Agung. Lokasi tersebut termasuk lalulintas padat dan salah satu jalan utama Kota Bekasi ke DKI Jakarta.

“Patut disayangkan karena ini lokasi lalulintas yang padat dengan kendaraan berat yang berlalu lalang,” sesalnya.

Dengan lokasi sekolah di tepi jalan, selain rentan terjadi kecelakaan lalu lintas seperti musibah saat ini, Daradjat mengungkapkan berdampak pada konsentrasi siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah tersebut.

“Kebisingan lalu lintas di sekitar sekolah pastinya mengganggu konsentrasi siswa dan guru,” ujarnya.

“Harus dilakukan analisa resiko yang mendalam dan termasuk mempertimbangkan potensi risiko maupun aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3),” tambahnya.

Dia juga menyesalkan di area tersebut tidak dijumpai jembatan penyeberangan sebagai sarana yang aman bagi anak anak sekolah saat menyeberangi jalan raya tersebut.

Sebagai tindakan pencegahan untuk memitigasi situasi tersebut beberapa opsi dapat dilakukan.

Pertama, kata dia, untuk jangka panjang atau menengah, maka relokasi sekolahan ke area yang lebih aman adalah pilihan tepat yang paling solusif dan ideal.

Sementara untuk solusi jangka pendek, tambah Daradjat, yang mungkin dilakukan adalah memindahkan posisi pintu masuk utama sekolah pada sisi lain yang lebih aman dan jauh dari keramaian jalan raya.

Sekaligus menata pedagang asongan agar tidak berjualan di depan sekolah, serta bila memungkinkan membangun jembatan penyeberangan yang bisa melindungi pejalan kaki, khususnya anak anak sekolah saat pergi dan pulang sekolah yang harus menyeberang jalan raya tersebut.

“Maka review terhadap situasi bangunan dan prasarana umum saat ini menjadi hal yang harus dilakukan sehingga penyesuaian dapat dilakukan,” pungkasnya. (rbs)