Pria Asal Tambun Terpilih jadi Wasit Liga 2

MEJENG: Andriyanto (33), mejeng usai terpilih jadi wasit Liga 2, yang lolos mengikuti seleksi, di Jakarta, mulai dari tanggal 23 Agustus sampai 26 Agustus 2022.IST/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Salah seorang warga Tambun Selatan, Andriyanto (33), berhasil lolos dalam seleksi wasit untuk memimpin pertandingan Liga 2 Indonesia.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Setiamekar 04, Tambun Selatan ini, menjadi satu-satunya perwakilan asal Kabupaten Bekasi, yang berhasil lolos menjadi wasit dari Jawa Barat untuk memimpin Liga 2.


“Alhamdulillah, dengan perjuangan panjang bisa lulus mengikuti semua tes pengetahuan-pengetahuan of the gamenya di kelas. Semuanya ada 281 peserta, yang lulus 248 wasit dan asisten,” ujar Andriyanto kepada Radar Bekasi, Kamis (1/9).

Ayah dua anak ini mengungkapkan, dalam seleksi yang berlangsung di Jakarta mulai dari tanggal 23 Agustus sampai 26 Agustus 2022, diikuti oleh perwakilan dari setiap provinsi se Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Kata dia, setiap provinsi mengirimkan perwakilan rata-rata sepuluh lebih untuk wasit dan asisten.


Sedangkan dari Provinsi Jawa Barat, mengirimkan 23 wasit dan asisten.

“Kalau awalnya dari Jawa Barat 16, lalu ada penambahan 7, sehingga total 23 wasit dan asisten. Kemudian yang lulus 17 orang. Untuk wasit Liga 2 dari Kabupaten Bekasi saya sendiri,” tuturnya.

Sebelum mengikuti seleksi, dirinya rutin berolahraga untuk menjaga stamina dan mengasah pengetahuan tentang wasit. Pasalnya, kebugaran tubuh dan pengetahuan menjadi modal utama wasit.

Dia mengakui, untuk menjaga kebugaran tubuh ada program dan progresnya, jangan sampai ketika sudah masuk ke liga, tidak siap memimpin suatu pertandingan. Sehingga itu harus dijaga.

“Paling utama fisik untuk tes di Asprov maupun nasional. Setelah itu pengetahuan, setiap ada perubahan-perubahan peraturan harus update terus,” ucapnya.

Sementara untuk penugasan, dirinya masih harus menunggu arahan dari komite wasit PSSI.

“Dalam penugasan, saya masih menunggu dari komite wasit PSSI. Namun untuk Liga 2 sudah berjalan pekan pertama. Mungkin nanti ada sistem rotasi penugasan,” harapnya.

Karir Andriyanto sebagai wasit bermula pada tahun 2011. Saat itu, dirinya yang gagal seleksi sebagai pemain sepak bola memilih bekerja di perusahaan sambil kuliah. Kemudian di tempat kuliah, Andriyanto bertemu dengan salah satu teman yang sudah menjadi wasit. Lalu ia diajak untuk latihan (kursus) sebagai wasit. Dan sampai sekarang.

“Tahun 2011 saya mulai bergabung, kursus sebagai wasit. Waktu itu saya kursus tahun 2016 di Cimahi, Bandung. Awalnya saya pemain bola, tapi karena seleksi gagal, maka beralih ke wasit,” terangnya.

Dalam kursus menjadi wasit ada tingkatannya, tidak bisa langsung terpilih sebagai sang pengadil pertandingan tingkat nasional seperti sekarang.

“Ada tingkatan kursusnya, jadi untuk C3 itu tingkatnya kabupaten, C2 tingkatnya provinsi, dan C1 itu tingkat nasional. Kalau saya sudah C1, makanya bisa memimpin pertandingan tingkat nasional,” beber Andriyanto. (pra)