PSI Kritisi Anggaran Karangan Bunga

ISTIMEWA/RADAR BEKASI ILUSTRASI : DPD PSI Kota Bekasi saat melaksanakan rapat internal, belum lama ini. PSI mengkritisi anggaran pemerintah Kota Bekasi untuk pengadaan karangan Bunga.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bekasi mengkritik kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang mengalokasikan anggaran untuk karangan bunga hingga mencapai Rp 1,1 miliar. Menurutnya, kebijakan dianggap pemborosan uang rakyat di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit saat ini.

“Jadi, saya pikir seharusnya Pemkot itu tidak menghambur-hamburkan uang rakyat hanya untuk membeli karangan bunga. Kan kondisi ekonomi masyarakat kita sedang sulit akibat pandemi Covid-19 yang juga belum berakhir, bahkan ditambah lagi BBM naik,” kata Ketua DPD PSI Kota Bekasi kepada Radar Bekasi, Rabu (21/9).


Sis Hera, sapaan akrabnya mengungkapkan, ditengah kondisi yang serba sulit mestinya para pemangku kebijakan di Pemkot Bekasi harus lebih punya empati akan nasib rakyat, khususnya warga Kota Bekasi. Begitu pula, dengan para wakil rakyat yang ada saat ini di Gedung DPRD Kota Bekasi.

“Anggaran yang sangat besar dan tak masuk akal, dimana empati Pemkot dan khususnya para wakil rakyat yang seharusnya lebih peka untuk menolak anggaran tersebut saat Rapat pembahasan APBD 2022,” sesalnya.


“Dan tentunya, hal ini pun jelas membuktikan wakil-wakil rakyat yang duduk di DPRD Kota Bekasi saat ini juga tidak punya sensitivitas terhadap penggunaan uang rakyat,” tambah Sis Hera.

Dia memaparkan, terkait besarnya anggaran yang dikeluarkan oleh Pemkot Bekasi ini dan sedang viral di media sosial sesuai informasi di situs LPSE, Pemkot Bekasi itu mengajukan pagu anggaran pengadaan karangan bunga senilai Rp1.139.790.000, dengan nilai harga perkiraan (HPS) diprediksi Rp1.138.229.761.

Adapun dari anggaran yang dikeluarkan oleh Pemkot Bekasi, kata Sis Hera, nilainya jauh diatas pengajuan dari pemda tetangga-tetangganya. Antara lain, Pemkot Bogor pada APBD tahun 2022 itu menganggarkan Rp104 juta untuk pengadaan karangan bunga, dan Pemkab Bekasi hanya Rp148 juta di periode yang sama.

“Kami menduga, besarnya anggaran ini untuk alat berpolitik kepala daerah untuk ambisinya maju di Pilkada 2024 mendatang. Tapi, kami berharap dugaan kami salah,” ujarnya.

Sementara itu, Sis Hera pun menambahkan, kedepan apabila perwakilannya memperoleh kesempatan untuk duduk di kursi Parlemen pada Pemilu 2024, PSI Kota Bekasi pastikan untuk berkomitmen mengawal uang rakyat, agar tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak terkait dengan kepentingan rakyat.

“PSI akan memastikan setiap rupiah uang pajak Kota Bekasi benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

“Dan terkait untuk anggaran karangan bunga ini, kami berharap meskipun ini sudah masuk di dalam RAPBD, anggaran ini tak digunakan seluruhnya, atau dialihkan untuk hal-hal yang lebih menyentuh kepada kebutuhan rakyat banyak. Kan bisa lewat APBD perubahan ya,” pungkasnya (mhf/pms)