Aspek Keamanan Polsek Jatiasih Jadi Perhatian

TAHANAN KABUR : Polisi berada di depan gerbang Polsek Jatiasih, Jalan Wibawa Mukti, Kota Bekasi, Minggu (16/10). Sebanyak tujuh orang tahanan melarikan diri dari ruang tahanan (rutan) Polsek Jatiasih lima diantaranya sudah diamankan kembali di daerah Jakarta, Tangerang, dan Karawang. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sementara itu, sejak Februari 2022 Polsek Jatiasih beraktivitas di Kantor Subsektor Komsen lantaran pembangunan kantor Polsek belum rampung. Beberapa petugas konstruksi masih terlihat di dalam area Polsek, mengerjakan pembangunan kantor Polsek Jatiasih di Jalan Swatantra IV, nomor 1, Jatiasih kemarin, Minggu (16/10).

Peristiwa kaburnya tahanan Polsek Jatiasih kemarin menjadi catatan aspek keamanan pada proyek pembangunan kantor Polsek yang tengah berjalan. Pembangunan kantor Polsek ini memakan anggaran Rp1,5 miliar, bersumber dari Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi tahun 2022.


Spanduk pekerjaan konstruksi di lokasi memberikan informasi pekerjaan berlangsung selama 95 hari kalender, sehingga diperkirakan selesai pada akhir tahun ini.

Plt Walikota Bekasi, Tri Adhianto memastikan bahwa pekerjaan pembangunan kantor Polsek Jatiasih sudah berjalan. Ia berencana untuk berkomunikasi dengan Kapolres Metro Bekasi Kota terkait dengan aspek keamanan di ruang tahanan.


“Sudah jalan, tapi kan mungkin kita harus lebih optimal lagi. Makanya nanti kita akan komunikasi dengan beliau, termasuk dari keamanannya,” ungkapnya, Minggu (16/10).

Tri juga mengatakan bahwa Pemkot Bekasi bersedia membantu Polres Metro Bekasi Kota untuk memperkuat aspek keamanan di kantor Polsubsektor Komsen jika dibutuhkan.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki pasca kaburnya tujuh tahanan Polsek Jatiasih mengatakan bahwa ruang tahanan yang berada di Polsubsektor Komsen dalam kondisi layak. Keyakinan ini didasari oleh pemeriksaan yang lebih dulu telah dilakukan sebelum Polsek Jatiasih berkantor sementara di Polsubsektor Komsen.”Layak, karena disana sebelumnya sudah diperiksa,” ungkapnya.

Hanya saja kata Hengki, ada faktor usia bangunan yang diduga menjadi salah satu faktor tembok bisa dibobol. Ia juga memastikan ruang tahanan dilengkapi dengan jeruji atau teralis untuk mendukung aspek keamanan.

Saat ini, lubang sudah ditangani sementara. Saat Radar Bekasi berada di belakang kantor Polsek Jatiasih kemarin, terlihat lubang sudah ditutup.

Hengki mengakui bahwa kantor Polsek Jatiasih saat ini masih menumpang selama kantor Polsek dalam proses pembangunan, ia berharap pembangunan bisa selesai pada akhir tahun ini.

“Karena Polsek Jatiasih sendiri sedang dibangun, mudah-mudahan akhir tahun ini segera selesai dan menunggu kantor Polsek yang baru,” tambahnya. (Sur)