Dishub Akui Minim Anggaran untuk PJU

TANPA PJU : Pengendara bermotor melintasi jalan desa yang belum ada lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), di Tambelang, Kabupaten Bekasi, Selasa (18/10). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI –¬†Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, mengakui jumlah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di berbagai wilayah, saat ini masih jauh dari kata ideal.

Alasannya, karena minimnya anggaran untuk pengadaan PJU. Yang mana Dishub Kabupaten Bekasi, hanya mendapat anggaran sekitar Rp 4,5 miliar per tahun, itu sudah termasuk perawatan.


“Anggarannya untuk PJU dan perawatannya sangat minim,” ujar Kepala Dishub Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna, kepada Radar Bekasi, Selasa (18/10).

Menurut dia, anggaran pertahun sekitar Rp 4,5 miliar. Sedangkan untuk pengadaan satu tiang PJU, butuh biaya Rp 14 juta, sementara tiang dobel permanen, bisa menghabiskan Rp 25 juta, belum termasuk perawatan.


“Untuk bayar listrik PJU ke PLN saja Rp 26 miliar per tahun. Selain itu, personil cuma enam orang, dan harus keliling memantau seluruh PJU yang ada,” terang Yana.

Kata dia, rencananya tahun ini, akan ada pemasangan PJU di 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Memang pada tahun ini belum ada pemasangan PJU, masih menunggu APBD Perubahaan. Namun ada rencana pemasangan 450 PJU di 15 kecamatan,” bebernya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Uriyan Riana menilai, kaitan dengan maraknya begal di tempat-tempat yang gelap (minim PJU), terutama di wilayah utara Kabupaten Bekasi, menjadi persoalan tersendiri, sehingga harus segera dicari solusinya.

“Kaitan dengan PJU ini memang ada dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang harus bertanggung jawab, pertama Dinas Perhubungan dan yang kedua Dinas Perkimtan,” ucapnya.

Ditambahkan Uriyan, anggaran untuk PJU di Kabupaten Bekasi memang belum maksimal, karena luasnya daerah, sehingga anggaran yang disediakan harus besar. Karena panjangnya jalan dan luas wilayah, membuat anggaran PJU membengkak. Banyak PJU yang sudah dipasang, tapi saat ini kondisinya rusak. Ternyata biaya untuk pemeliharaan sangat besar, sehingga harus menambah anggaran untuk pengadaan PJU.

“Saya sudah meminta ke Dishub, supaya memperhatikan ini dengan serius, karena kalau jalan yang ada di Kabupaten Bekasi gelap gulita, ini akan menjadi penyebab tingginya aksi begal, dan sangat mengkhawatirkan,” beber Uriyan.

Diberitakan sebelumnya, akibat minimnya PJU di sepanjang jalan utama yang berada di Kecamatan Sukawangi dan Tambelang, menjadi penyebab maraknya aksi begal belakangan ini.

Sebab, kondisi jalan sangat gelap saat malam hari, ditambah pengendara yang melintas juga jarang. Dari beberapa kejadian, para pelaku tidak segan-segan melukai korbannya dengan senjata tajam apabila mencoba melawan.

“Saya sering sampaikan setiap rapat minggon, masing-masing desa sampai ke tingkat kecamatan, agar mengajukan PJU secara bersama-sama,” saran Wakapolsek Tambelang, Iptu Gianto, kepada Radar Bekasi, beberapa waktu lalu. (pra)