Ribuan Mahasiswa di Kota Bekasi Ajukan Beasiswa

ILUSTRASI: Mahasiswa Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi mengoperasikan komputer di luar kelas, belum lama ini. Ribuan mahasiswa mengajukan permohonan beasiswa melalui perguruan tingginya ke bagian Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bekasi. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI Pengajuan beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu warga asli Kota Bekasi yang dibuka   sejak 11 November telah ditutup 18 November 2022. Tercatat, ribuan mahasiswa mengajukan permohonan bantuan pendidikan melalui perguruan tingginya ke bagian Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bekasi.

Selanjutnya, sejumlah pihak seperti Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI), Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), Forum Dosen, Guru, dan Masyarakat (Fordorum), serta Dewan Pendidikan, akan melakukan verifikasi dan validasi. Menurut Ketua ADI Majelis Pengurus Daerah (MPD) Bekasi Raya Wawan Hermawansyah, hingga pengajuan ditutup 18 November ada sekitar lebih dari 1.400 pemohon.


“Dari data yang diterima sekitar 1.400 lebih mahasiswa yang diajukan, saya belum lihat data pastinya tapi informasinya sudah ada sekitar 1.400 mahasiswa yang diajukan melalui perguruan tingginya masing-masing,” ujar Wawan.

Lebih lanjut dikatakan Wawan, tim belum melakukan proses verifikasi dan validasi. Rencananya, proses tersebut baru akan dilakukan mulai Selasa (22/11).


BACA JUGA: Sekolah di Kota Bekasi Tingkatkan Kompetensi Siswa

“Rencananya kami akan lakukan proses verifikasi dan validasi selama kurun waktu tiga hari, yang insya allah akan dimulai pada Selasa,” ucapnya.

Dalam proses verifikasi dan validasi, kata dia, tim akan melakukan beberapa penyandingan data melalui Forum Laporan Pendidikan Tinggi (Forlap Dikti) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Penyandingan data melalui Forlap Dikti ini baru saja kami lakukan di tahun ini. Melalui penyandingan ini kami akan melakukan pengecekan benar atau tidak mahasiswa tersebut masih aktif. Kemudian untuk penyandingan DTKS juga akan kami lakukan,” terangnya.

Proses verifikasi dan validasi ditargetkan rampung bulan ini. Sehingga dana beasiswa dapat dicairkan pada awal bulan depan.

“Dengan waktu yang cukup terbatas kami menargetkan prosesnya dapat rampung di bulan ini, sehingga memasuki Desember sudah bisa diajukan untuk proses pencairannya,” ucapnya.

Beasiswa akan diberikan satu kali sebesar Rp5 juta. Dana akan dikirim ke rekening perguruan tinggi masing-masing untuk keperluan pembayaran iuran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP).

“Bantuan ini diperuntukan hanya untuk menambah biaya SPP mahasiswa, tidak bisa diperuntukan untuk hal yang lain,” pungkasnya.

BACA JUGA: Perguruan Tinggi Swasta Optimalkan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual

Sementara, Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Setda Kota Bekasi Ujang Tedy Syupriatna mengatakan, pihaknya tidak turut terlibat dalam proses verifikasi dan validasi.

“Kami hanya melakukan kontrol untuk verifikasi dan validasi. Semua kami serahkan sepenuhnya kepada tim verifikasi yang telah ditunjuk,” ujar Ujang.

Untuk program beasiswa ini, Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan Rp7,5 miliar melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Bekasi tahun anggaran 2022. Ujang menyebut, dana itu untuk beasiswa bagi 1.470 mahasiswa,

“Dalam DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran,Red), nya diperuntukan bagi 1.470, jika dalam proses pengajuan lalu verifikasi dan validasi kuotanya tidak sesuai maka sisa anggarannya tidak terserap dan akan dikembalikan lagi ke pemerintah karenakan itu uang negara,” pungkasnya. (dew)