Perguruan Tinggi Swasta Optimalkan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual

ILUSTRASI: Mahasiswa Universitas Bina Insani sidang skripsi di hadapan dosen penguji. Sejumlah rektor dari perguruan tinggi swasta di Kota Bekasi turut mengawal pembahasan RUU Sisdiknas 2022. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perguruan tinggi swasta di Kota Bekasi berupaya mengoptimalkan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan kampus yang telah dibentuk.

Ketua Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Kebangsaan Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) Susetya Herawati mengatakan, pihaknya sudah membentuk  Satgas PPKS.


“Satgas PPKS sudah dibentuk tahun ini dengan keterlibatan pimpinan perguruan tinggi dan mahasiswa,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Minggu (20/11).

Kendati demikian, Satgas PPKS belum bekerja. Saat ini, pihak masih melakukan sosialisasi keberadaan Satgas PPKS kepada seluruh mahasiswa di lingkungan kampus.


“Insyaallah tahun depan kami akan mulai memaksimalkan keberadaan Satgas PPKS ini baik untuk lingkungan perguruan tinggi maupun masyarakat sekitar,” jelasnya.

BACA JUGA: Perguruan Tinggi di Kota Bekasi Tangkal Radikalisme dan Ekstremisme lewat Cara Ini

Menurut Susetya, Satgas PPKS nantinya dapat secara masif melakukan kampanye anti kekerasan seksual di lingkungan kampus.  “Tahun mendatang kami akan mengoptimalkan Satgas PPKS ini dengan gencar mengkampanyekan anti kekerasan seksual di lingkungan kampus,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, kampanye anti kekerasan seksual oleh Satgas PPKS dapat dilakukan melalui berbagai cara. Mulai dari seminar, penelitian, sampai kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan demikian, UNKRIS dapat mewujudkan perguruan tinggi yang bebas dengan kekerasan seksual. “Kami tidak ingin bahwa dengan dibentuknya tim Satgas PPKS ini hanya sekedar dibentuk saja, akan tetapi kami ingin keberadaan Satgas ini terlihat dari bentuk-bentuk kampanyenya. Sehingga kami bisa mencegah adanya kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Wakil Rektor 1 Universitas Bina Insani Muhammad Shalahuddin. “Kami sudah memiliki tim Satgas PPKS yang terdiri dari pimpinan perguruan tinggi dan mahasiswa,” jelasnya.

BACA JUGA: Proses Pengajuan Calon Penerima Beasiswa Hanya Delapan Hari

Shalahuddin, mengakui, kekerasan seksual mesti mendapatkan penanganan yang serius. Oleh karena itu, pihaknya akan mengoptimalkan peran dari Satgas PPKS.

“Kekerasan seksual ini harus memiliki tindakan dan penanganan yang serius, sehingga pengoptimalan tim Satgas PPKS di dalam lingkungan kampus ini memang penting sekali dilakukan,” tuturnya.

Satgas PPKS dapat mengoptimalkan perannya dengan gencar melakukan kampanye anti kekerasan seksual melalui seminar maupun sosialisasi. “Kami mulai dari memberikan tugas-tugas dalam bentuk kampanye serta sosialisasi tentang kekerasan seksual, yang diberikan melalui tim Satgas PPKS yang terdiri dari pimpinan perguruan tinggi melalui dosen dan mahasiswanya,” ucapnya.

Dengan dibentuknya PPKS pihaknya berharap dapat memberikan dampak positif kepada mahasiswa agar lebih berani dalam menyuarakan tindakan-tindakan terkait kekerasan seksual. (dew)