Safari Politik ke Bekasi, Anies Baswedan Sampaikan Pesan Keadilan Sosial  

PIDATO: Bakal capres Anies Baswedan berpidato di Kampung Pangkalan Desa Segarajaya Tarumajaya Kabupaten Bekasi, Sabtu (21/1). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bakal calon presiden (capres) dari Partai NasDem, Anies Rasyid Baswedan, melakukan safari politik ke Kampung Pangkalan Desa Segarajaya Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi, Sabtu (21/1/2023).

Dalam agenda silaturahmi kebangsaan itu, Anies Baswedan menyapa masyarakat yang hadir. Di hadapan masyarakat, Anies mengajak melakukan perubahan.


“Hari ini kita berkumpul bersama. Kita akan sama-sama memulai sebuah center yang insya Allah menjadi center perubahaan, yakni HMS (Haji Marjaya Sargan) center. Kita berkumpul disini karena ingin ada perubahaan,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini, saat menyampaikan pidato.

Perubahan akan dilakukan melalui politik keadilan sosial. Sepanjang perjalanan menuju lokasi acara berjejer produk usaha mikro yang dikerjakan mayoritas oleh ibu-ibu rumah tangga.


Menurut Anies, sudah saatnya republik ini memberikan kesempatan yang sama kepada pelaku usaha mikro. Oleh karena itu, dirinya menginginkan ada kesetaraan pada usaha-usaha mikro dengan memberikan kesempatan yang sama melalui politik keadilan sosial.

“Kita ingin kesetaraan, yang besar boleh tetap besar. Tapi yang kecil, jangan tetap kecil. Membesarkan yang kecil, tanpa mengecilkan yang besar. Karena itu politik kita adalah politik keadilan sosial,” ucapnya.

BACA JUGA: Partai NasDem Kabupaten Bekasi Siapkan Empat Caleg Petarung Tiap Dapil  

Anies menceritakan, dahulu di Jakarta ada aturan yang dibuat gubernur sebelumnya soal sepeda motor tidak boleh masuk lewat Jalan Sudirman. Hal itu membuat pertumbuhan ekonomi terhambat.

Pasalnya, penghuni kawasan Sudirman tak bisa lagi memesan makanan atau jajanan dari pelaku usaha melalui aplikasi daring. Padahal secara data, setiap hari ada 500 ribu pengantaran memakai motor lewat Jalan Sudirman. Atau keseluruhan di Jakarta, 14,5 juta pengantaran per hari.

Saat menjadi gubernur, dirinya mengubah aturan yang dibuat oleh gubernur sebelumnya tersebut. Hingga kini, sepeda motor boleh melintasi Jalan Sudirman.

“Apa yang dilakukan, ratakan kesempatan. Buka kesempatan itu, bagaimana yang kecil dibantu agar kebutuhannya dalam bentuk pelatihan, pemasaran, permodalan, pendampingan, dan aturannya dipermudah. Kita ingin ini bisa terlaksana di seluruh Indonesia. Insya Allah semua sejahtera,” katanya.

Pada kesempatan ini Anies mengimbau, agar masyarakat yang hadir bisa menyampaikan pesan tersebut kepada semua, baik tetangga, saudara, maupun yang lainnya. Bahwa dirinya ingin memberikan kesempatan yang lebih besar kepada usaha mikro. Berdasarkan data, lebih dari 96 persen UMKM di Indonesia merupakan pelaku usaha mikro.

“Kita ingin merangkul, kita ingin bekerja dengan semua, agar kesejahteraan dirasakan oleh semua,” tutur pria kelahiran 7 Mei 1969 ini. (pra)