Hukum  

Nih Motif Pelaku Pembunuh Pengusaha Ayam Goreng di Sukakarya, Sakit Hati

Ilustrasi korban tewas di Kavling Titian Indah, Kaliabang, Medansatria, Minggu (29/10/2023) malam.

RADARBEKASI.ID, SUKAKARYA – Teka teki motif pembunuhan yang menimpa perempuan pengusaha ayam goreng di Sukakarya diungkap kepolisian.

Pembunuhan bos ayam goreng berinisial MIM (29) diduga sudah direncanakan selama 3 hari.

Pelaku berinisial HK (21) yang merupakan karyawan korban dan mengaku sakit hati kepada bosnya.

BACA JUGA: Pelaku Pembunuhan Pengusaha Ayam Goreng di Sukakarya Dibekuk, Begini Nasib Anak dan Karyawannya

“Motif sementara dari pengakuan tersangka karena sakit hati. Terkait gaji, terkait kelakuan karena yang bersangkutan baru bekerja 5 hari,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/2/2023).

Meski begitu, penyidik tak bisa langsung percaya terhadap pengakuan tersangka. Penyelidikan mendalaman akan dilakukan untuk mencari fakta hukum.

“Kami akan libatkan psikolog forensik untuk mengetahui motif sesungguhnya. Karena yang bersangkutan ini tidak terlihat menyesal,” jelas Hengki.

BACA JUGA: Anak Pengusaha Ayam Goreng yang Hilang saat Ibunya Dibunuh Ditemukan di Pos Ronda Subang

Sebelumnya, viral video yang memperlihatkan sejumlah orang berada di toko ayam goreng di Kampung Kemejing, Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam tayangan tersebut, terlihat toko itu sudah dipasangi garis polisi.

Pengunggah video menyebut telah terjadi pembunuhan kepada perempuan berinisial MIM (29), selaku bos ayam goreng. Dia diduga dibunuh oleh karyawannya sendiri.

Selain membunuh korban, pelaku juga membawa kabur anak korban yang masih berusia 2 tahun. Kasus ini pertama kali diketahui oleh suami korban yang datang ke toko.

BACA JUGA: Perempuan Pengusaha Ayam Goreng di Sukakarya Ditemukan Tewas, Anaknya Usia 1,5 Tahun Hilang, Dua Karyawannya Kabur

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan adanya pembunuhan disertai penculikan ini. Peristiwa terjadi pada Kamis, 16 Februari 2023.

“Benar pembunuhan disertai penculikan di Kampung Kumejing Sukaindah Bekasi,” ucap Trunoyudo saat dikonfirmasi, Jumat (17/2/2023). (jpc)

Solverwp- WordPress Theme and Plugin