RADARBEKASI.ID, KOREA SELATAN – Kontingen Pramuka Indonesia yang mengikuti perhelatan Jambore Dunia ke-25 di Korea Selatan saat ini mulai dievakuasi karena ancaman amukan angin topan Khanun di lokasi perkemahan.
Kontingen Indonesia hari ini Selasa (8/8/2023) dilakukan evakuasi ke tempat aman.
Dari area bumi perkemahan Sae Man-Geum akan dievakuasi ke Universitas Wonkwang. Untuk evakuasi peserta Indonesia ke Asrama Universitas Wonkwang ke bumi perkemahan memerlukan waktu tempuh selama 1 jam 45 menit.
BACA JUGA: Terancam Topan Khanun, Kontingen Kota Bekasi di Korea Selatan Dievakuasi Besok
Andalan Binamuda Kwartir Cabang Kota Bekasi, Ronald Stevanus Saptenno mengatakan, dari 101 Kontingen asal Kota Bekasi saat ini sedang proses evakuasi dengan bertahap.
“Dari tadi pagi kita sudah mulai proses evakuasi. Cuma kita evakuasi secara bertahap,” kata Ronald dari Korsel saat dihubungi Radarbekasi.id, Selasa (8/8/2023).
Kontingen Indonesia total berjumlah 39.000 orang. Tidak mungkin bergerak bersama pasti dilakukan secara bertahap. Proses evakuasi hingga selesai diprediksi akan memakan waktu 14 jam baru sampai ke tempat penampungan.
“Dari peserta Kota Bekasi ada yang sudah dievakuasi dan ada juga yang belum. Kita tunggu tahap berikutnya,” ucapnya.
Ia mengaku, dari Pemerintah Korsel akan memakan waktu 14 jam untuk memindahkan peserta Kontingen Jambore Korsel. Sebab, evakuasi sudah dilakukan sejak pukul 8, Selasa (8/8/2023) pagi tadi.
“Itupun kalau lancar ya, 14 jam. Kalau ada kendala di lapangan pasti akan lebih lama waktunya. Untuk peserta Indonesia itu dikumpulkan asrama Universitas Wonkwang semuanya. Dari KBRI juga sudah standby di lokasi. Mudah-mudahan semuanya baik-baik,” tukasnya. (pay)











