Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Pleno di Kecamatan Bakal Molor

Petugas saat melakukan rekapitulasi suara di tingkat kecamatan, di Kota Bekasi, Rabu (28/2/2023) RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pleno rekapitulasi di tingkat kecamatan di Kota maupun Kabupaten Bekasi bakal molor dari waktu yang telah ditentukan yakni 2 Maret mendatang. Pasalnya, hingga saat ini baru satu kecamatan yang merampungkan pleno di Kota Bekasi dari 12 kecamatan yang ada. Sedangkan di Kabupaten Bekasi baru 8 dari 23 kecamatan.

Malam kemarin, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jatiasih telah menutup proses rekapitulasi suara Pemilu 2024. Masih ada 11 kecamatan lagi yang proses rekapitulasinya belum rampung, rekapitulasi di tingkat kecamatan ditarget rampung pada 2 Maret 2024.

Diketahui, perhitungan manual di tingkat kecamatan sempat dihentikan selama dua hari, rekapitulasi dilanjutkan pada 21 Februari menggunakan empat panel di tiap kecamatan. Insiden kericuhan juga mewarnai proses rekapitulasi di beberapa kecamatan di Kota Bekasi akhir pekan kemarin, dikhawatirkan kericuhan ini akan mengganggu jalannya rekapitulasi suara di tingkat kecamatan.

Meskipun demikian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi mengklaim optimis rekapitulasi tingkat kecamatan di 12 kecamatan ini selesai sebelum 2 Maret nanti.

Ketua PPK Kecamatan Rawalumbu, Imron menyampaikan bahwa sampai dengan malam kemarin tengah berjalan perhitungan perolehan suara pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat. Ia menyampaikan bahwa perhitungan suara tiga pemilihan lainnya sudah rampung, yakni Presiden dan Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan DPRD Kota Bekasi.

“Hari ini kita fokus di DPRD provinsi, syukur-syukur bisa selesai malam ini provinsinya. Tapi kalau kondisinya tidak memungkinkan, provinsi dilanjutkan besok lagi, DPR RI nya dilanjut siang atau sore harinya,” katanya.

BACA JUGA: PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi Telaah Kejanggalan Rekapitulasi Suara Pilpres

Dari empat kelurahan, perhitungan suara DPRD provinsi di masing-masing kelurahan progresnya sudah diatas 50 persen sampai dengan Rabu petang kemarin.

Keributan memang sempat terjadi pada saat perhitungan suara pemilihan DPRD Kota Bekasi, video keributan antara salah satu caleg dengan saksi dari partai yang sama tersebar dalam aplikasi pesan singkat. Selain insiden tersebut kata Imron, tidak ada kendala yang berarti selama proses rekapitulasi.

Rekapitulasi di Kecamatan Rawalumbu berlangsung setiap hari mulai pukul 09:00 WIB sampai dengan 21:00 WIB. “InsyaAllah teman-teman masih komitmen dan optimis bisa selesai di tanggal 2 Maret,” tambahnya.

Sementara di kecamatan Pondok Gede, perhitungan suara yang berjalan kemarin adalah untuk pemilihan DPRD Kota Bekasi. Perhitungan suara untuk empat pemilihan lainnya disebut sudah rampung 100 persen.

Rekapitulasi diperkirakan selesai pada 1 Maret. Dilaksanakan mulai pukul 10:00 WIB sampai dengan 22:00 WIB.”Kemungkinan hari Jumat (selesai), untuk DPRD kota diproyeksikan selesai tiga hari,” kata Ketua PPK Kecamatan Pondok Gede, Ahmad Rivai.

Sementara itu, Kadiv Teknis Pelaksanaan KPU Kota Bekasi, Elli Ratnasari memastikan pleno di Kecamatan Rampung sesuai jadwal,”Untuk prosentasenya mungkin masih sangat kecil ya, masih 20 persen karena baru Jatiasih yang melakukan penutupan rekap malam ini,” ungkapnya.

BACA JUGA: KPU Bekasi Kecam Insiden Kericuhan saat Proses Rekapitulasi

Sedangkan untuk 11 kecamatan lainnya, 10 diantaranya tengah menghitung perolehan suara pemilihan DPR RI. Satu kecamatan lainnya, yakni Pondok Gede tengah menghitung perolehan suara DPRD Kota Bekasi.

Setelah batas waktu rekapitulasi di tingkat kecamatan selesai dilaksanakan pada 2 Maret nanti, dilanjutkan dengan rekapitulasi di tingkat kota.”Untuk rekapitulasi tingkat kota berjalan pada tanggal 1 sampai 5 Maret,” tambahnya.

Sementara di Kabupaten Bekasi, baru kecamatan Bojongmangu, Muaragembong, Kedungwaringin, Sukatani, Tambelang, Tarumajaya, Cabang Bungin, dan Sukawangi yang sudah menyelesaikan pleno.

“Sampai hari ini sudah ada 8 kecamatan. Masih tersisa 15 yang sedang berjalan, namun kita bisa pastikan esok hari sampai lusa itu sudah tujuh, bahkan delapan kecamatan lagi yang bisa mendorong atau menyelesaikan rapat pleno nya,” ujar Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Ali Rido, kepada Radar Bekasi, Rabu (28/02/2024).

Di Sisa waktu ini, Ali menyampaikan, langkah pertama yang dilakukan memberi tahu bahwa untuk penambahan panel dalam proses rekapitulasi bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang belum selesai melaksanakan rapat pleno rekapitulasi. Menurutnya, langkah tersebut disambut baik oleh semua PPK dan mereka sudah menambah panel, yang tadinya empat menjadi lima, enam, sampai delapan.

Namun jika langkah itu sudah dilakukan dan masih ada PPK yang belum menyelesaikan proses rekapitulasi, Ali memastikan, akan melakukan komunikasi dengan KPU Provinsi Jawa Barat. Pasalnya, di dalam tahapan tersebut tidak baku untuk bisa diselesaikan pada tanggal 2 Maret. Namun itu adalah alternatif yang harus bisa terselesaikan sedini mungkin.
Kami akan melakukan komunikasi terhadap pimpinan KPU Jawa Barat. Mekanismenya seperti apa, nanti kita tunggu,” tuturnya.

BACA JUGA: KPU Kota Bekasi Lambat Rekapitulasi Suara Ada Apa? Ketua KPU Bilang Begini

Pada kesempatan ini, Akbar menegaskan, tidak ada batasan untuk menggunakan panel dalam pleno rekapitulasi. Hal itu berdasarkan aturan PKPU 5 tahun 2024 dan diperkuat Juknis, bahwa diperbolehkan memiliki dua panel atau lebih. Artinya, tidak dibatasi jumlah maksimal dengan ketentuan bahwa sarana dan prasarana, kemudian SDM, serta perangkat lainnya bisa terpenuhi. Seperti yang dilakukan oleh PPK Tambun Selatan, mereka kembali menambah panel.

“Untuk Tambun Selatan informasi terakhir mereka akan menambah satu panel lagi, dengan syarat bahwa kotak Pilpres dan DPD bisa didorong dulu ke kabupaten, karena pelaksanaan rekapitulasi Pilpres dan DPD sudah selesai, sehingga jika ruang memungkinkan, sarana terpenuhi, kemudian SDM dipenuhi, insya Allah panel ini akan lebih kondusif dan bisa lebih cepat selesai,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi, Akbar Khadafi mengaku sejak awal sudah menginstruksikan kepada punggawanya yang berada di tingkat kecamatan untuk memberikan saran perbaikan kepada teman-teman PPK untuk menambah panel, terutama bagi kecamatan yang memang jumlah TPSnya cukup tinggi.

“Jadi itu yang lama, karena mungkin dikoreksi secara langsung pada pelaksanaan rekap. Memang sekarang lebih banyak, dibandingkan Pemilu 2019. Karena proses dan prosedurnya cukup banyak,” ucapnya. (Sur/Pra)

Solverwp- WordPress Theme and Plugin