Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Pemkot Bekasi Minta Study Tour Ditunda

Pj Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhamad.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi meminta seluruh kegiatan study tour ke atau kunjungan belajar ke berbagai daerah ditunda. Sementara itu, sekolah yang telah mempersiapkan dengan matang kunjungan hingga perpisahan siswa untuk membatalkan rencana tersebut mengingat tidak sedikit biaya yang sudah dikeluarkan untuk memenuhi segala keperluan selama kegiatan berlangsung.

Imbauan itu disampaikan oleh Pj Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhammad menindaklanjuti surat edaran soal study tour pada satuan pendidikan yang dikeluarkan Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Mahmudin, pascakecelakan maut di Ciater Subang, baru-baru ini.

Gani meminta penundaan sementara ini sebagai langkah antisipatif. Dengan begitu akan membawa ketenangan bagi seluruh keluarga siswa di Kota Bekasi.

“Meskipun musibah itu kembali kepada yang kuasa, tetapi dengan cara kita menunda untuk sementara minimal keluarga tidak dikhawatirkan kalau ada peristiwa-peristiwa itu,” katanya.

Pasca insiden kecelakaan bus yang ditumpangi oleh siswa SMK Lingga Kencana Depok, Pj Gubernur Jawa Barat mengeluarkan surat edaran agar study tour dilaksanakan di dalam kota wilayah  Provinsi Jawa Barat. Hal ini dikecualikan bagi satuan pendidikan yang telah merencanakan dan melakukan kontrak kerja sama study tour di luar Provinsi Jawa Barat dan tidak dapat dibatalkan.

BACA JUGA: Olah TKP Kecelakaan Bus Wisata Rombongan Siswa SMK di Ciater Subang, Kakorlantas: Tidak Ada Jejak Rem

Dalam pelaksanaannya, Pj gubernur meminta study tour dilaksanakan dengan memperhatikan asas kemanfaatan serta keamanan bagi peserta didik hingga tenaga kependidikan dengan memperhatikan kesiapan awak bus, jalur yang akan dilalui, berkoordinasi dan mendapat rekomendasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) kabupaten atau kota terkait dengan kelayakan teknis kendaraan. Satuan pendidikan yang akan melaksanakan study tour juga diminta berkoordinasi dengan memberikan surat pemberitahuan kepada dinas pendidikan.

Terkait dengan kewenangannya dalam penyelenggaraan pendidikan tingkat dasar (SD) hingga menengah pertama (SMP), Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi sementara ini menindaklanjuti surat edaran yang telah diterbitkan oleh Pj Gubernur Jawa Barat. Lebih lanjut, Disdik Kota Bekasi menunggu persetujuan dari Pj Wali Kota Bekasi terkait dengan hal serupa.

“Kita menunggu seperti apa nanti disposisi dari pak Pj wali kota. Karena kita tidak boleh mengambil kebijakan diatas kebijakan (yang lebih tinggi),” ungkap Sekretaris Disdik Kota Bekasi, Warsim Suryana.

Terkait dengan kegiatan study tour yang selama ini dilaksanakan oleh satuan pendidikan di Kota Bekasi, Warsim menyampaikan bahwa tahun lalu pihaknya telah mengimbau untuk kegiatan serupa dilaksanakan di dalam provinsi.

“Surat edaran dari Dinas Pendidikan tahun 2023 itu harus di dalam Provinsi Jawa Barat, tidak boleh keluar dari itu,” tambahnya.

Pasca kecelakaan maut di Subang beberapa waktu lalu, kegamangan dialami oleh sekolah yang telah merencanakan dengan matang kegiatan study tour. Pasalnya, tetap dilaksanakan atau dibatalkan rencana ini sama-sama mengandung risiko.

BACA JUGA: Bea Cukai Bekasi Resmikan Kawasan Berikat Mandiri PT LG Electronics Indonesia

Sisi lain, ada aspek keselamatan yang harus benar-benar diperhatikan serta tengah menjadi perhatian publik dewasa ini.

“Yang sudah direncanakan ada, tapi kasian juga, dan (pilihan) semuanya mengandung risiko,” kata Kepala SMKN 1 Kota Bekasi, Boan.

Rencana study tour yang telah direncanakan tidak hanya di wilayah Provinsi Jawa Barat, juga wilayah Yogyakarta. Sementara ini, pihaknya belum memutuskan untuk menunda rencana tersebut, melainkan meminta kepada panitia, event organizer, serta armada bus untuk benar-benar memastikan keamanannya.

“Saat ini kita minta lebih kepada kehati-hatian panitia untuk mengambil keputusan, EO, dan bus agar benar-benar diperhatikan aspek keselamatannya,” katanya.

Ia menilai imbauan Pj Gubernur Jawa Barat yang tertuang dalam surat edaran tergolong bijak. Pasalnya, pengecualian kegiatan study tour di dalam provinsi bisa dilakukan jika kegiatan tersebut tidak dapat dibatalkan.

Untuk itu, Boan meminta agar panitia betul-betul berhati-hati dalam mengambil setiap keputusan terkait dengan kegiatan study tour tersebut. (sur)


Solverwp- WordPress Theme and Plugin