Berita Bekasi Nomor Satu

Penghasilan Pinkan Mambo dari Ngamen Tembus Puluhan Juta per Hari, Arya Khan: Paling Kecil Rp10 Juta

Momen Pinkan Mambo dan Arya Khan Bernyanyi di Pinggir Jalan. Foto: Tangkap Layar/ TikTok

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Fenomena Pinkan Mambo belakangan ini cukup menarik perhatian publik. Ia kerap terlihat mengamen di jalanan sambil melakukan siaran langsung di media sosial pribadinya.

Bagi sebagian orang, langkah ini dianggap sebagai tanda meredupnya karier seorang penyanyi yang dulu cukup dikenal. Namun, kenyataan di baliknya justru berkata sebaliknya.

Dalam sebuah perbincangan di podcast milik Melaney Ricardo, suami Pinkan, Arya Khan, mengungkap fakta yang cukup mengejutkan.

Ia menyebut bahwa aktivitas mengamen yang dilakukan Pinkan justru menghasilkan pendapatan yang sangat besar, bahkan bisa mencapai Rp30 juta dalam sehari.

Menurut Arya, penghasilan tersebut didapat hanya dalam rentang waktu sekitar empat jam, mulai dari pukul satu hingga lima sore.

Dalam kondisi ramai, angka yang diperoleh bisa berada di kisaran Rp20 juta hingga Rp30 juta. Sementara itu, saat situasi sedang tidak terlalu ramai pun, Pinkan tetap mampu mengantongi sekitar Rp10 juta per hari, jumlah yang masih tergolong tinggi untuk aktivitas serupa.

“Dia itu pendapatan sehari bisa Rp30 juta lho. Dari jam 1 sampai jam 5. Kadang Rp20 juta, Rp23 juta, Rp25 juta. Kecilnya Rp10 juta,” ujar Arya Khan.

Jika dihitung secara konsisten, Pinkan diketahui turun ke jalan hingga enam hari dalam seminggu. Dengan pola tersebut, bukan hal yang mustahil jika pendapatannya dari mengamen bisa menembus ratusan juta rupiah setiap minggunya.

Baca Juga: Kesha Ratuliu Spill Pengalaman Tak Enak dari Influencer, Padahal Sudah Beberapa Kali Ngobrol

Hal ini tentu mematahkan anggapan bahwa apa yang dilakukannya sekadar bertahan hidup di tengah sepinya panggung hiburan.

Lebih jauh, Arya juga menjelaskan alasan di balik pilihan Pinkan untuk tampil di jalanan. Keputusan itu bukan tanpa pertimbangan, melainkan bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman, terutama di era digital di mana konten kreator memiliki ruang besar untuk berkembang.

Mengamen sambil live di media sosial menjadi cara Pinkan menjangkau audiens secara langsung sekaligus membangun interaksi yang lebih personal.

Selain faktor strategi, ada pula alasan emosional yang melatarbelakangi keputusan tersebut. Pinkan, menurut Arya, merasa kurang dihargai ketika menerima tawaran manggung di beberapa tempat.

Ia kerap mendapatkan penawaran dengan nominal tertentu, namun disertai komentar yang merendahkan, seolah kariernya sudah tidak lagi bersinar.

“Dia bilang, ‘Aku nggak suka direndahin’. Ditawar nyanyi Rp10 juta, Rp20 juta, tapi dengan kata-kata ‘lu kan udah redup, udah nggak ada job’,” tuturnya.

Dari situlah, Pinkan memilih jalannya sendiri. Ia lebih memilih tampil dengan cara yang memberinya kendali penuh atas karya dan penghasilannya, tanpa harus menghadapi perlakuan yang merendahkan.

Apa yang awalnya dipandang sebelah mata oleh sebagian orang, kini justru menjadi bukti bahwa kreativitas dan kemampuan beradaptasi bisa membuka peluang yang tak terduga. (MNA)