RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembangunan Flyover di perlintasan Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi dinilai sangat mendesak. Pembangunan itu tidak bisa ditunda lagi dengan alasan keselamatan.
Saat ini Kota Bekasi menunggu bantuan pemerintah pusat untuk membangun perlintasan tidak sebidang usai tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.
Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko menilai dua insiden kecelakaan di perlintasan sebidang Ampera dan Stasiun Bekasi Timur merupakan alarm keras bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Perlintasan sebidang di wilayah Bekasi menjadi titik rawan dan menyimpan risiko besar lantaran padatnya arus lalu lintas serta tingginya frekuensi perjalanan kereta.
“Kota Bekasi merupakan salah satu simpul transportasi tersibuk di Jabodetabek. Infrastruktur keselamatan harus menjadi prioritas utama negara,” ungkapnya saat kunjungan kerja Komisi V DPR RI belum lama ini.
Sudjatmiko menegaskan bahwa Komisi V DPR RI akan mendorong dukungan anggaran pembangunan Flyover dan kebijakan pembangunan perlintasan tidak sebidang di titik-titik rawan segera masuk prioritas program nasional transportasi. Menurutnya, evaluasi menyeluruh terhadap sistem persinyalan hingga pengamanan perlintasan.
Tragedi kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur harus menjadi momentum evaluasi keselamatan transportasi secara nasional, khususnya di kawasan padat seperti Jabodetabek.
“Modernisasi transportasi bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga keselamatan nyawa Masyarakat. Negara harus hadir memastikan tragedi seperti ini tidak terulang kembali,” ujar Anggota DPR RI dari Dapil Jabar VI, Kota Bekasi dan Kota Depok ini
Terpisah, Plh Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe menyambut positif perhatian Komisi V DPR RI mengunjungi langsung Stasiun Bekasi Timur dan perlintasan sebidang Bulak Kapal. Perlintasan sebidang di Bekasi Timur tersebut merupakan salah satu titik dengan arus lalu lintas terpadat.
“Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu titik kepadatan kendaraan yang cukup tinggi di Kota Bekasi, khususnya pada jam sibuk,” ungkap Harris.
Selain meninjau kondisi lapangan, rombongan juga membahas rencana pembangunan Flyover sebagai solusi jangka panjang. Pembangunan perlintasan tidak sebidang ini diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan yang kerap nampak di titik ini.
“Dukungan pemerintah pusat dinilai sangat penting guna mempercepat realisasi proyek strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya. (sur)











