RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Setelah sempat diwarnai ketegangan dan perselisihan hukum, hubungan antara Ressa Rizky Rossano dan ibu kandungnya, Denada, kini memasuki babak baru yang penuh kesejukan. Pasca sepakat berdamai, Ressa mengungkapkan niat tulusnya untuk segera mempererat kembali tali silaturahmi dengan sang ibu dan adik sambungnya, Aisha Aurum.
Ressa menyampaikan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah bertemu dengan Denada. Tak hanya itu, ia juga sangat menantikan momen perjumpaan dengan adiknya, Aisha, yang diketahui saat ini masih menetap di Singapura.
“Kalau sama Ibu pasti (bertemu). Terus nantinya dari Ressa sendiri, kalau ngomong-ngomongan sama Ibu gimana ketemu sama Aisha-nya,” ujar Ressa saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (6/5).
Meskipun hingga kini Ressa mengaku belum sempat berkomunikasi secara langsung melalui telepon maupun video call dengan Aisha, namun sebuah sinyal positif telah diterima. Pada hari ulang tahunnya, sang adik mengirimkan sebuah video manis yang berisi ucapan selamat.
Keinginan Ressa ini sejalan dengan niat Denada. Penyanyi sekaligus rapper tersebut sebelumnya sudah mengutarakan rencananya untuk mengajak sang putra bertemu dengan adiknya di Negeri Singa. Apalagi, Aisha kini sudah mengetahui keberadaan kakaknya.
Denada mengungkapkan harapan agar pertemuan tersebut bisa terealisasi dalam waktu dekat.
Baca Juga: Bukan Karena Bosan, Inilah Alasan Utama Nikita Willy dan Indra Priawan Tinggalkan Dunia Malam
“Secepatnya sih, insyaallah. Waktu itu sudah diucapkan pas Ressa ulang tahun. Bahagia selalu,” tutur Denada pada Minggu (26/4).
Hubungan keduanya sempat menjadi sorotan publik ketika Ressa melayangkan tuntutan terhadap Denada terkait kasus penelantaran dengan gugatan ganti rugi mencapai Rp7 miliar. Namun, semua konflik tersebut kini telah terkubur setelah keduanya memilih jalan damai.
Kini, fokus Ressa telah beralih pada kehidupan barunya. Ia baru saja melepas masa lajang dengan menikahi kekasihnya, Fita, pada 22 April 2026 lalu.
Meski Denada tidak dapat hadir di hari bahagia tersebut, komunikasi yang terus terjalin menjadi bukti bahwa kedua belah pihak sudah sama-sama membuka hati.
Langkah ini menjadi penanda bahwa sekeras apa pun konflik yang pernah terjadi, pintu maaf dan kerinduan keluarga tetap menjadi tempat untuk pulang. (mna)











