RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengaku belum membahas rencana pemotongan tambahan penghasilan pegawai (TPP) aparatur sipil negara (ASN) untuk menekan belanja pegawai agar tidak melampaui 30 persen dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Belum, kita belum membahas sampai ke situ (pemotongan TPP),” ujar Asep, Rabu (10/6).
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, belanja pegawai Pemerintah Kabupaten Bekasi pada APBD 2026 mencapai Rp3,5 triliun. Angka itu membuat persentase belanja pegawai membengkak hingga 46 persen, jauh di atas batas ideal 30 persen yang ditetapkan pemerintah pusat.
Asep tak menampik kondisi fiskal daerah saat ini cukup berat. Kabupaten Bekasi bahkan disebut menjadi daerah dengan persentase belanja pegawai terbesar kedua di Indonesia.
Menurutnya, besarnya belanja pegawai dipicu kebijakan pemerintah daerah mempertahankan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
“Belanja kita kalau tidak ada PPPK itu hanya 28 persen. Karena ada PPPK menjadi 46 persen. Tapi kita tidak mau juga PPPK kita buang. Harus kita pertahankan dong,” katanya.
Asep mengatakan persoalan serupa juga dialami banyak daerah lain. Sebagai kepala daerah berstatus pelaksana tugas, ia mengaku ruang geraknya terbatas karena sejumlah kebijakan harus melalui persetujuan Kementerian Dalam Negeri.
Meski begitu, Pemkab Bekasi tetap berupaya mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Hingga kini capaian PAD disebut sudah menembus Rp1,2 triliun.
“Kita kejar terus,” ucapnya.
Selain meningkatkan PAD, Pemkab Bekasi juga mengkaji perampingan organisasi perangkat daerah sebagai langkah efisiensi. Opsi penggabungan sejumlah dinas dinilai lebih rasional untuk memangkas biaya operasional.
Asep menyebut proyeksi awal efisiensi sempat diperkirakan mencapai Rp50 miliar hingga Rp100 miliar. Namun setelah dilakukan kajian ulang, potensi penghematannya hanya sekitar Rp6 miliar.
“Makanya kita pelajari dulu (perampingan organisasi,red) semuanya secara utuh. Nanti setelah itu baru (diputuskan),” pungkasnya. (ris)











