RADARBEKASI.ID, BEKASI -Tingginya tingkat privasi di lingkungan apartemen menjadi tantangan bagi petugas dalam mendata rumah tangga pada pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Di Kota Bekasi terdapat puluhan apartemen yang menjadi sasaran pendataan. Karena itu, partisipasi aktif pemilik dan penghuni dinilai penting untuk menghasilkan data yang valid sekaligus mempercepat pelaksanaan sensus yang akan berakhir pada 31 Agustus mendatang.
Koordinator Wilayah Forum Komunikasi Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Jawa Barat, Aji Ali Sabana, mengakui karakter hunian vertikal yang mengedepankan privasi membuat tidak sembarang orang dapat mengakses area apartemen, apalagi mendatangi unit satu per satu.
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), terdapat 21 hunian vertikal di Kota Bekasi yang menjadi target pendataan.
“Ada beberapa yang diberi underline karena memang belum terakses,” katanya, Senin (27/7).
Selain persoalan akses, pelaksanaan sensus juga berpotensi menghadapi kendala lain. Di antaranya, pemilik unit tidak berada di lokasi saat pendataan berlangsung atau unit ditempati penyewa karena tidak semua pemilik tinggal di apartemen miliknya.
Meski demikian, Aji melihat sejumlah apartemen cukup terbuka terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi yang sedang berlangsung.
“Yang lalu bertemu dengan saya malah badan pengelola mendampingi untuk door to door, karena mereka kan tidak bisa mengakses sendiri dan untuk meyakinkan penghuni,” ungkapnya.
Menurutnya, sejumlah badan pengelola dan pengurus P3SRS kini berupaya mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menyebarluaskan informasi kepada para pemilik unit.
Pihaknya juga akan mendorong percepatan pendataan di lingkungan hunian vertikal melalui surat kepada seluruh badan pengelola dan P3SRS.
“Ini tantangan karena hunian vertikal ini kan privasinya agak tinggi, jadi tidak semua bisa mengakses,” ucapnya.
Aji mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan para pemilik unit dengan membangun komunikasi yang baik antara petugas sensus dan pengelola apartemen. Menurut dia, seluruh pihak, termasuk pemilik hunian vertikal, perlu mendukung pelaksanaan sensus karena hasilnya menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah, khususnya di bidang ekonomi.
“Tentu harus ada kerjasama semua pihak, bahwa Sensus ini penting karena menyangkut Policy. Kalau warga tidak partisipasi aktif ini akan ada Missing Link data nantinya ketika pemerintah mengambil keputusan,” tambahnya. (sur)











