Berita Bekasi Nomor Satu

Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Libatkan 1.637 Petugas

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 mulai mendata ratusan ribu usaha dan rumah tangga di Kota Bekasi. Sensus sepuluh tahunan yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) kali ini juga menyasar pelaku ekonomi digital, untuk memotret struktur dan karakteristik perekonomian.

Kepala BPS Kota Bekasi, Robert Ronytua Pardosi, menyampaikan 2026 ini merupakan SE yang ke lima kali. Ia memastikan sensus ini tidak berhubungan dengan pajak, bantuan sosial, serta menjamin kerahasiaan data sensus.

“Kalau kami BPS selama ini yang dikeluarkan data-data agregat, berapa jumlah usaha di KBLI ini, kemudian struktur ekonominya lebih banyak usaha kecil atau usaha besar. Tidak akan dipublish by name,” ungkapnya, Selasa (23/6).

Sensus ekonomi berlangsung sejak 15 Juli hingga 31 Agustus mendatang. Total petugas yang turun langsung door to door di 12 kecamatan dan 56 kelurahan sebanyak 1.637 petugas, terdiri dari petugas pendata lapangan dan petugas pemeriksa lapangan.

“Saat ini semua masih berjalan sekitar delapan persen. Survei ekonomi ini mencakup seluruh usaha yang ada di Kota Bekasi, termasuk rumah tangga,” ucapnya.

Pihaknya berharap masyarakat dan pelaku usaha di Kota Bekasi dapat memberikan informasi riil kepada petugas sensus. Dengan begitu akan diperoleh struktur ekonomi, sebaran hingga karakteristik usaha, sektor usaha baru termasuk perkembangan ekonomi digital.

Hasil SE 2026 juga berguna sebagai dasar perencanaan serta pengambilan kebijakan di sektor ekonomi. Berdasarkan data awal terdapat sekitar 282 ribu usaha kecil maupun besar.

“Untuk rumah tangganya itu sekitar 700 ribuan berdasarkan data terakhir hasil pemutakhiran DTSEN,” katanya.

Sensus kali ini akan menangkap perkembangan pelaku ekonomi digital di Kota Bekasi. Pada SE sebelumnya di tahun 2016, pelaku ekonomi digital ini belum terlihat pesat perkembangannya.

“Bisa saja ada di rumah tangga itu ada yang berjualan makanan atau minuman ringan, lalu ada juga yang berjualan online, itu yang ingin kita tangkap di tahun 2026. Karena di tahun 2016 belum terlalu marak penjualan online, mudah-mudahan masyarakat berkenan memberikan informasi siapa tau ada anggota rumah tangga yang berusaha secara online,” tambahnya.

Sebelumnya Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menyatakan Pemerintah Kota (Pemkot) dan BPS dipastikan telah siap untuk melaksanakan SE 2026. Sebelumnya, ia mengapresiasi kerjasama berbagai pihak termasuk masyarakat yang menempatkan Kota Bekasi sebagai daerah dengan penyelesaian pendataan penduduk terbaik di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Tri meminta seluruh tim sensus bekerja maksimal menjangkau seluruh sektor usaha, termasuk perusahaan besar dan kawasan industri yang ada di Kota Bekasi. Seperti data kependudukan, keakuratan data ekonomi juga menjadi indikator untuk mendukung peningkatan kualitas kebijakan pembangunan di Kota Bekasi.

“Saya meminta petugas BPS untuk melakukan survei secara menyeluruh, termasuk masuk ke pabrik-pabrik dan perusahaan besar agar data ekonomi yang diperoleh benar-benar akurat dan menggambarkan kondisi riil di lapangan,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

Ia menginstruksikan kepada para lurah dan camat terus berkoordinasi dengan tim sensus yang bekerja di wilayahnya masing-masing. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu dalam memberikan data yang diperlukan kepada petugas sensus.

Tri menegaskan pendataan dalam kegiatan sensus ini dilakukan untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Tidak perlu takut atau khawatir saat didata, karena petugas akan didampingi oleh unsur RT dan RW sehingga proses pendataan dapat berjalan aman dan terpercaya,” tambahnya. (sur)