RADARBEKASI.ID, BEKASI – Setelah empat tahun mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian ( Akpol ) dan menyandang pangkat perwira, Stefanus Wishnu Brata Mahaprajna kembali ke bangku kuliah.
Kali ini ia memilih New York.
Lulusan Akpol Tahun 2022 itu resmi menuntaskan pendidikan magisternya di New York University (NYU), Amerika Serikat pada Mei 2026 lalu.
Wishnu mengambil program MS in Global Security, Conflict, and Cybercrime. Program ini menyoroti tiga hal sekaligus: keamanan global, konflik internasional, dan kejahatan siber.
Ia menempuhnya sejak Juli 2024 dan lulus dengan capaian akademik yang sangat baik.
Selama hampir dua tahun di Amerika Serikat, materi yang ia pelajari berkisar pada kebijakan keamanan siber, tata kelola siber, penilaian ancaman digital, hingga strategi antarnegara dalam menghadapi kejahatan siber.
Semuanya bertumpu pada satu kenyataan: pelaku kejahatan siber tidak mengenal batas wilayah.
Wishnu sempat melakukan studi banding ke National Cyber-Forensics and Training Alliance (NCFTA) di New York, lembaga yang mempertemukan aparat penegak hukum, perusahaan swasta, dan akademisi untuk bersama-sama menangani ancaman siber lintas negara.
Ia juga menjalani Cyber Practicum di Cyber Collective, organisasi nirlaba asal Amerika Serikat.
Di sana Wishnu belajar hal-hal yang sangat praktis: bagaimana meredam ancaman digital, menyusun strategi keamanan siber, sampai membuat Incident Response Plan atau rencana penanganan ketika serangan benar-benar terjadi.
Bagi Wishnu, semua itu berangkat dari kegelisahan yang sama. Teknologi bergerak jauh lebih cepat dibanding kesiapan menghadapinya, dan ancaman kejahatan siber kini bersifat lintas negara serta makin rumit.
“Melalui pendidikan ini, saya belajar memahami dasar-dasar pertimbangan dalam penyusunan kebijakan keamanan siber, termasuk bagaimana membangun respons yang sistematis ketika terjadi insiden kejahatan siber,” ujar Wishnu, Selasa (4/8/2026).
“Ke depan, saya berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan kemampuan Polri menghadapi tantangan keamanan digital yang terus berkembang,” katanya.
Wishnu menambah daftar personel Polri yang menempuh pendidikan lanjutan di luar negeri. Di tengah meningkatnya kasus penipuan daring, kebocoran data, dan serangan siber terhadap layanan publik, personel dengan pemahaman strategis di bidang ini dinilai kian dibutuhkan. (*)











