RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi memprioritaskan peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan pada 2026. Selain melanjutkan pembangunan jalan dan infrastruktur dasar, pemerintah juga akan merehabilitasi puluhan sekolah serta sejumlah puskesmas guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kabupaten Bekasi, Benny Sugiarto Prawiro, mengatakan seluruh belanja mandatori dalam APBD 2026 telah terpenuhi, termasuk alokasi anggaran untuk sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pertanian.
Menurut Beny, porsi anggaran infrastruktur tahun ini meningkat dibandingkan usulan awal. Pembangunan difokuskan pada perbaikan jalan, penerangan jalan umum (PJU), normalisasi sungai, irigasi, serta peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan.
“Tahun ini anggaran infrastruktur mencapai 8,3 persen, lebih tinggi dari usulan awal sebesar 7,5 persen,” kata Beny, Rabu (1/7).
Selain itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran sektor pertanian sebesar 2,3 persen atau melampaui batas minimal 2 persen. Sementara itu, belanja untuk sektor pendidikan dan kesehatan telah memenuhi, bahkan melampaui ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Salah satu program prioritas tahun ini adalah rehabilitasi total 21 sekolah, yang terdiri atas sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di sejumlah kecamatan. Menurut Beny, program tersebut bertujuan menciptakan fasilitas pendidikan yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
“Pendidikan dan kesehatan menjadi sektor yang sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, peningkatan fasilitas di dua sektor ini menjadi prioritas pembangunan daerah,” ujarnya.
Di sektor kesehatan, Pemkab Bekasi juga mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu proyek terbesar adalah rehabilitasi total Puskesmas Jatimulya dengan nilai anggaran hampir Rp12 miliar.
Selain Puskesmas Jatimulya, sejumlah puskesmas lainnya juga akan mendapat penataan sarana dan prasarana, pembangunan fasilitas pendukung, serta program pemeliharaan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Beny menegaskan, pembangunan fasilitas pelayanan dasar merupakan investasi jangka panjang yang akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan layanan pendidikan dan kesehatan yang semakin baik. Karena itu, pembangunan fasilitas publik terus kami dorong agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Bekasi berharap kualitas layanan publik terus meningkat seiring tersedianya fasilitas pendidikan dan kesehatan yang semakin representatif di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. (and/*)











