Berita Bekasi Nomor Satu

Proses SPMB Kabupaten Bekasi Lancar, Pendaftaran Cukup lewat HP

APLIKASI: Warga menunjukkan laman pada aplikasi Bebunge. FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri di Kabupaten Bekasi Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung lancar dengan memanfaatkan aplikasi Bebunge. Melalui aplikasi tersebut, seluruh proses pendaftaran dapat dilakukan cukup menggunakan handphone (HP) berbasis Android maupun iOS.

Tingginya kemudahan akses turut mendorong antusiasme masyarakat. Hingga Rabu (1/7) pukul 14.30 WIB, jumlah pendaftar telah mencapai 47.144 calon peserta didik, sementara kuota yang tersedia hanya 32.030 kursi di 56 SMP Negeri. Dengan pendaftaran jalur domisili yang masih berlangsung hingga Kamis (2/7), jumlah pendaftar diperkirakan terus bertambah sehingga persaingan memperebutkan kursi sekolah negeri semakin ketat.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Bahrul Ulum, mengatakan pelaksanaan SPMB sejauh ini berjalan lancar sejak hari pertama dibuka.

BACA JUGA: SMPN 1 Cikarang Selatan Buka SPMB Jalur Domisili

“Alhamdulillah, sejak hari pertama dibuka pelaksanaan SPMB berjalan baik di semua jalur. Sistem aplikasi Bebunge juga berjalan aman dan lancar. Kamis (2/7) menjadi hari terakhir pendaftaran melalui jalur domisili,” katanya.

Menurut Bahrul, aplikasi tersebut dirancang untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan penerimaan murid baru tanpa harus menggunakan komputer atau laptop.

“Seluruh proses SPMB cukup menggunakan handphone melalui aplikasi Bebunge. Orangtua tidak perlu lagi menggunakan laptop untuk melakukan pendaftaran. Ini kami lakukan agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan di mana saja,” jelasnya.

BACA JUGA: Pemkab Bekasi Larang Praktik Kotor dalam SPMB 2026/2027

Selain memudahkan pendaftaran, sistem tersebut juga mengedepankan transparansi. Masyarakat dapat memantau peringkat atau ranking calon peserta didik secara realtime, sehingga peluang diterima di sekolah tujuan dapat diketahui setiap saat.

“Transparansi menjadi salahsatu prioritas kami. Melalui aplikasi Bebunge, masyarakat bisa melihat langsung perkembangan ranking calon siswa secara realtime sehingga proses seleksi dapat dipantau secara terbuka,” katanya.

Bahrul menambahkan, Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah di Indonesia yang menerapkan aplikasi SPMB berbasis telepon genggam untuk dua sistem operasi sekaligus, yakni Android dan iOS.

“Aplikasi ini memang kami rancang agar mudah digunakan masyarakat. Tujuannya memberikan pelayanan yang cepat, mudah, sekaligus mengurangi beban orang tua karena seluruh proses dapat dilakukan melalui handphone,” ucapnya.

Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi menyediakan 32.030 kursi. Kuota tersebut terdiri atas 16.016 kursi jalur domisili, 8.014 kursi jalur prestasi, 6.403 kursi jalur afirmasi, dan 1.597 kursi jalur mutasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Fathurochman, mengatakan seluruh lulusan SD sederajat memang tidak mungkin tertampung di SMP Negeri. Tahun ini jumlah lulusan mencapai 63.784 siswa, sedangkan kuota sekolah negeri hanya sekitar 32 ribu kursi.

Meski demikian, menurut Imam, kondisi tersebut bukan persoalan baru karena sistem pendidikan di Kabupaten Bekasi tidak hanya bertumpu pada sekolah negeri. Masih terdapat SMP swasta, Madrasah Tsanawiyah (MTs), pondok pesantren, hingga lembaga pendidikan kesetaraan yang menjadi alternatif bagi masyarakat.

“Memang lulusan SD sederajat tahun ini sekitar 63.784 siswa, sementara kuota SMP Negeri sekitar 32.032 siswa. Tetapi tidak semua masyarakat bersekolah di negeri. Ada yang melanjutkan ke SMP swasta, Madrasah Tsanawiyah, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, fokus pemerintah daerah bukan memastikan seluruh lulusan masuk sekolah negeri, melainkan memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan melalui Program Wajib Belajar 13 Tahun.

“Yang kami pastikan adalah semua anak-anak tetap bisa bersekolah. Pemerintah sudah memberikan perhatian melalui Program Wajib Belajar 13 Tahun,” ujarnya.

Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Bekasi juga menyiapkan bantuan pendidikan bagi siswa yang bersekolah di sekolah swasta maupun lembaga pendidikan kesetaraan. Bantuan diberikan kepada sekitar 5.000 siswa jenjang SD dan 1.000 siswa jenjang SMP sebagai upaya meringankan beban biaya pendidikan masyarakat.

Dengan jumlah pendaftar yang diperkirakan terus bertambah hingga penutupan jalur domisili, persaingan masuk SMP Negeri di Kabupaten Bekasi tahun ini dipastikan menjadi salah satu yang paling ketat dalam beberapa tahun terakhir. (and/*)