RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kabel utilitas yang semrawut di sepanjang trotoar Flyover Caman Raya, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, dikeluhkan warga.
Kondisi tersebut membuat ruang pejalan kaki atau pedestrian menyempit sehingga banyak warga terpaksa turun ke badan jalan yang padat kendaraan demi bisa melintas.
Pantauan Radar Bekasi di lokasi, Selasa (14/7), kabel milik berbagai operator telekomunikasi dan PLN membentang di sepanjang trotoar.
Selain dipenuhi kabel, permukaan trotoar juga terlihat rusak dan pecah di sejumlah titik. Akibatnya, pejalan kaki, termasuk pengguna Stasiun LRT Cikunir, kesulitan melintasi jalur pedestrian.
Frida Rusdiana (59), pedagang kopi keliling, mengatakan kondisi kabel semrawut telah mengganggu aktivitasnya sehari-hari.
“Kebetulan saya harus bolak-balik beli es batu. Tapi sekarang jalannya jadi susah kalau lewat trotoar. Saya sering kesandung kabel, kadang juga kaki atau barang yang saya bawa tersangkut kabel, jadi kurang nyaman,” ujar Frida saat ditemui di lokasi, Selasa (14/7).
Menurut Frida, kondisi trotoar yang dipenuhi kabel membuatnya kerap memilih berjalan di badan jalan. Namun, pilihan itu juga berisiko karena kendaraan melintas cukup padat.
“Padahal di bawah banyak mobil dan motor yang lewat. Tapi pas mau naik lagi ke trotoar, kaki saya malah tersangkut kabel,” kata dia.
Ia menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung sejak sebelum pandemi Covid-19. Karena itu, Frida berharap pemerintah bersama pemilik utilitas segera melakukan penataan agar trotoar kembali aman digunakan.
Selain kabel dirapikan, ia juga berharap trotoar diperlebar dan diperbaiki agar lebih nyaman bagi pejalan kaki, terutama pengguna LRT.
“Takutnya kan kabel itu ada aliran listriknya. Saya kan enggak tahu, ya. Jadi merasa enggak nyaman,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Maruli (83), seorang pemulung yang hampir setiap hari berjalan kaki melintasi trotoar Flyover Caman.
“Ya kadang merasa terganggu karena banyak kabel. Saya takut tersandung, apalagi usia saya sudah tua,” kata Maruli.
Karena khawatir terjatuh, Maruli mengaku lebih sering memilih berjalan di badan jalan meski harus berhadapan langsung dengan arus kendaraan.
“Tapi kan di bawah juga berbahaya karena banyak kendaraan yang melintas,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Pemanfaatan Ruang Jalan dan Taman Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Ronald Achyar mengatakan pihaknya telah memanggil seluruh pemilik utilitas sejak Januari 2026 untuk membahas penataan kabel di kawasan Flyover Caman.
Namun, penataan baru mulai ditindaklanjuti melalui survei lapangan bersama seluruh pemilik utilitas untuk menentukan skema relokasi kabel.
“Kami akan melakukan kajian ulang terhadap pedestrian agar dapat berfungsi dengan baik,” kata Ronald.
Ia mengatakan, setelah survei selesai, Pemerintah Kota Bekasi akan berkoordinasi dengan para operator utilitas dan PLN untuk memperbaiki trotoar sekaligus menata jaringan kabel.
Ronald menargetkan proses penataan berlangsung sekitar satu bulan karena pekerjaan dilakukan secara bertahap.
“Tahapan pekerjaan diawali dengan survei lapangan, kemudian penyusunan rencana kerja, dan setelah itu langsung masuk ke tahap pelaksanaan hingga seluruh pekerjaan selesai dalam waktu sekitar satu bulan,” pungkasnya (rez)











