RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tiga bulan lebih pascakebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Indogas Andalan Kita di Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, warga terdampak masih mengeluhkan lambatnya proses ganti rugi.
Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, mengatakan sebagian besar warga yang rumahnya rusak akibat insiden tersebut hingga kini masih tinggal di rumah kontrakan. Mereka juga menunggu kepastian pembangunan kembali rumah serta bentuk kompensasi bagi korban luka maupun keluarga korban meninggal dunia.
“Yang pertama itu, pembangunan rumahnya yang memang hancur itu segera (direalisasikan), karena mereka kebanyakan pada mengontrak. Yang kedua, mereka juga kan ingin punya tempat tinggal yang layak, cepat-cepat ingin kepastiannya seperti apa. Yang ketiga termasuk para korban nih, yang dirawat dan yang masih menjalani perawatan, sama yang sudah meninggal. Nah ini santunannya belum kelihatan bentuknya,” papar Maka di Plaza Pemkot Bekasi, Selasa, (14/7).
Ia mengungkapkan, berdasarkan pengakuan warga yang menjalani rawat jalan, bantuan yang diterima hanya sekitar Rp500 ribu. Ironisnya, uang tersebut baru diberikan setelah korban mengajukan permintaan.
Menurutnya, kondisi itu menunjukkan belum adanya kepastian mekanisme maupun komitmen dari pihak SPBE dalam memenuhi hak-hak seluruh korban.
“Kemudian juga yang rawat jalan itu kadang-kadang ganti cuma dikasih Rp500 ribu dikirimi, itu juga kalau minta. Jadi SPBE ini tidak ada, sesuatu yang sudah pasti begitu untuk kepastian semuanya lah ya,” kata Maka.
BACA JUGA: Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Kebakaran SPBE Cimuning, Wakil Wali Kota Bekasi Berang
Meski demikian, ia mengakui pihak SPBE cukup proaktif merespons kebutuhan warga. Hanya saja, dukungan finansial yang diberikan dinilai masih belum memadai.
“Memang sih dia mengakomodir, proaktif. Tapi secara finansialnya, memang kalau kita mendengar dari masyarakatnya ya kurang, kurang lah,” ungkapnya.
Maka meminta warga tetap bersabar karena Pemerintah Kota Bekasi terus mengawal proses penyelesaian ganti rugi. Di sisi lain, ia mendesak pihak SPBE segera memberikan kepastian terkait besaran dan realisasi kompensasi bagi seluruh korban.
“Harapan saya, masyarakat tentunya bersabar karena kita tidak diam. Kita hadir, pemerintah, terus mengupayakan. Yang kedua, SPBE kepastiannya dong. Kasihan itu warga. SPBE lah. Karena memang walaupun ini musibah, tapi kan orang musibah harus tanggung jawab,” tandasnya. 9zak)









