RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendorong seluruh perangkat daerah mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan untuk meningkatkan serapan APBD Kota Bekasi 2026.
Berdasarkan data per 9 Juli 2026, realisasi belanja daerah baru mencapai Rp2,72 triliun atau 37,97 persen dari total APBD sebesar Rp7,18 triliun.
Tri optimistis serapan anggaran akan meningkat pada triwulan III seiring mulai berjalannya sejumlah proyek fisik. Menurutnya, percepatan belanja menjadi prioritas karena porsi terbesar APBD dialokasikan untuk belanja modal, terutama pembangunan infrastruktur, bukan belanja pegawai.
“Menurut saya memang harus ada percepatan, karena kita lebih banyak belanja modal daripada belanja pegawai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, realisasi belanja infrastruktur membutuhkan waktu karena harus melalui sejumlah tahapan, mulai dari proses pengadaan, lelang, hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Kondisi itu membuat serapan anggaran belum optimal pada awal semester II.
Meski dana yang masih tersimpan di kas daerah relatif besar, Tri menegaskan anggaran tersebut bukan belum dimanfaatkan. Dana itu telah dialokasikan untuk pembayaran berbagai proyek yang saat ini sedang berjalan.
“Walaupun anggaran yang masih berada di kas pemerintah cukup besar, semuanya sudah teralokasikan untuk pembayaran pekerjaan yang sedang berjalan,” katanya.
Menurut Tri, sejumlah proyek fisik kini telah memasuki tahap pelaksanaan. Seiring progres pembangunan, realisasi belanja daerah diperkirakan akan meningkat signifikan pada triwulan III.
“Kami optimistis serapan anggaran akan naik cukup signifikan pada triwulan ketiga seiring penyelesaian pekerjaan-pekerjaan yang saat ini sedang berlangsung,” tandasnya. (sur)









