RADARBEKASI.ID, BEKASI – PSSI Kota Kota Bekasi menggelar kursus kepelatihan Lisensi D dengan biaya lebih terjangkau bagi para pelatih sepak bola.
Agenda tersebut menjadi bagian dari program PSSI Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kepelatihan sepak bola.
Sekretaris PSSI Kota Bekasi Zaenudin mengatakan, peserta hanya dikenakan biaya Rp 500 ribu untuk mengikuti kursus tersebut.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kursus yang digelar PSSI Jawa Barat setelah sebelumnya mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pelaksanaan kursus secara serentak yang melibatkan 2.500 peserta di Jawa Barat.
“Program ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelatih sepak bola, khususnya dalam pembinaan pemain usia muda di Kota Bekasi,” kata Zaenudin melalui keterangan resminya dikutip Senin, (10/8/2026).
Kursus Lisensi D di Kota Bekasi diikuti sebanyak 60 peserta yang berasal dari sejumlah klub dan Sekolah Sepak Bola (SSB) di bawah naungan PSSI Kota Bekasi. Kegiatan berlangsung selama enam hari, yakni pada 7, 8, 9, 14, 15, dan 16 Agustus 2026.
Adapun untuk kegiatan pembelajaran teori, peserta mengikuti materi di SMA Tulus Bhakti, Jatiasih. Sementara sesi praktik kepelatihan dilaksanakan di Lapangan Kiara, Kelurahan Jatirasa, Kota Bekasi.
Zaenudin berharap keberadaan kursus tersebut dapat memperluas jumlah pelatih berlisensi di Kota Bekasi, terutama yang bergerak dalam pembinaan sepak bola usia muda. Menurutnya, lisensi kepelatihan menjadi salah satu aspek penting bagi pelatih yang ingin menangani klub maupun SSB secara resmi.
“Ibarat berkendara kita harus memiliki SIM begitu juga dengan pelatih, kita harus memiliki lisensi Kepelatihan untuk melatih sepakbola di SSB atau Klub sepakbola baru dianggap legal/resmi secara organisasi,” jelasnya.
Ia menjelaskan, Lisensi D merupakan jenjang awal dalam sistem lisensi kepelatihan sepak bola. Setelah memperoleh lisensi tersebut, pelatih masih harus melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, mulai dari Lisensi C, Lisensi B hingga tingkat profesional.
Menurut Zaenudin, jumlah pelatih dengan lisensi tingkat tinggi di Kota Bekasi saat ini masih terbatas. Bahkan, pelatih yang telah mengantongi Lisensi C dan B masih relatif sedikit, sedangkan pemegang Lisensi Profesional dapat dihitung dengan jari.
“Kedepan ini tentunya menjadi PR bagi PSSI Kota Bekasi,” pungkasnya.
Melalui program kursus tersebut, PSSI Kota Bekasi berharap semakin banyak pelatih yang memiliki kompetensi dan sertifikasi resmi. Hal itu untuk memperkuat pembinaan pemain usia muda sekaligus meningkatkan kualitas sepak bola Kota Bekasi secara berkelanjutan. (zak)











