Berita Bekasi Nomor Satu

Jadi Markas Cetak Lifter Dunia, PABSI Kota Bekasi Sesalkan Pembongkaran Gedung Latihan

TUNJUKAN PRESTASI ATLET: Ketua Harian PABSI Kota Bekasi, Sodikin, saat menunjukan deretan prestasi atlet binaannya, di mess atlet yang kini jadi lokasi latihan sementara. IRWAN/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID,BEKASI-Kecewa masih dirasakan Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kota Bekasi setelah gedung latihan mereka dibongkar.

Gedung syarat sejarah yang mencetak lifter kaliber dunia itu rata dengan tanah menyusul adanya proyek penataan dan pembangunan wall climbing di dekat Plaza Patriot Candrabhaga.

Mereka masih menyoal pembongkaran tanpa solusi gedung pengganti yang representatif di tengah persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.

Saat ini mereka terpaksa berlatih di lantai dasar mess atlet di area yang sama.  Kondisinya lebih sempit, jauh dari ideal. Tak mampu menampung 15 platform (lantai khusus) dan beban alat latihan.

Lokasi latihan mereka masih digabung  dengan Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Kota Bekasi yang juga “terusir” dari gedung latihan.

Ketua Harian PABSI Kota Bekasi, Sodikin menyesalkan adanya proyek yang harus mengorbankan persiapan atlet mereka menjelang Porprov Jabar 2026. Padahal target 7 medali emas juga dibebankan ke PABSI yang jadi salah satu cabor unggulan di Porprov, November nanti

“Ini (angkat besi) levelnya dunia, kenapa kok gak ada penghargaannya untuk kita. Kalau mau dibongkar-dibongkar tapi diberi ganti dengan yang lebih baik. Masa seorang orang tua ngusir anaknya ditaro di belakang emperan kan gak mungkin, orang tua pasti ngasih yang terbaik dong,”sesal Sodikin saat berbincang dengan Radar Bekasi.

Mantan lifter dunia yang merasakan Olimpiade Seoul, Korea Selatan 1988 dan peringkat empat Olimpiade Barcelona, Spanyol 1992 itu menceritakan, gedung yang dibongkar merupakan saksi bisu pembinaan lifter Kota Bekasi hingga mampu mentas di level dunia.

Bahkan gedung latihan itu lebih dahulu ada sebelum pemisahan Kota dan Kabupaten Bekasi. Gedung Kesegaran Jasmani itu diresmikan 17 Agustus 1986 oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bekasi, H.Suko Martono dan mengalami beberapa kali perbaikan di era Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dan Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu.

Sedangkan mess atlet PABSI lanjut Sodikin, merupakan buah dari prestasi dan pembinaan atlet mereka yang diberikan saat kepemimpinan Mochtar Mohamad usai meraih 21 medali emas di Porda Karawang 2006 silam.

“PABSI ini salah satu ikonnya olahraga Kota Bekasi, banyak prestasi yang kita berikan untuk Bekasi,”ujar Sodikin berkaca-kaca.

Ia juga menyayangkan keputusan Pemerintah Kota Bekasi tanpa mempertimbangkan kondisi atlet yang tengah bersiap membela Kota Bekasi di ajang Porprov. Apalagi cabornya juga jadi tumpuan di ajang olahraga multi event tingkat Jawa Barat tersebut.

“Kita simpelnya kalau mau dibongkar ya diganti dulu yang lebih baik, kalau gitu kita gak marah, yang bijak, diomongin dahulu pelakunya, orang sudah tahu angkat besi ya Sodikin,”ujarnya kecewa.

Perihal wacana pembangunan gedung bersama untuk PABSI 2027 mendatang, Sodikin mengaku itu belum ada kepastian. Seharusnya sebelum dibongkar sudah ada fasilitas atau gedung pengganti yang jauh lebih baik.

“Ini belum ada kepastiannya, setidaknya harus direalisasikan dulu dong, ada gambaran, biar saya gak marah, emosi, saya gak sedih. Harus ada kepastian. Kalaupun ini (mess atlet sebagai pengganti) bisa dilebarin lagi bisa permanen,”paparnya.

Nasi sudah jadi bubur, gedung latihan sudah dibongkar, Sodikin berharap atletnya bisa tetap memberikan yang terbaik untuk Kota Bekasi meski secara persiapan jelas terganggu.

“Mau nangis menjerit-jerit sudah dibongkar begitu, mau ngapain kita, karena dia memang pemerintahan. Kita memang rakyat tapi rakyat yang punya prestasi, tapi gak dihargai mohon maaf. Kalau memang dihargai selama ini PABSI kan memberikan prestasi terbaik, baik daerah, nasional, hingga internasional jadi ikon, contoh cabor-cabor lain di KONI. Bikin dong gedung yang bagus, diperbaiki,”tegasnya.

“Harusnya mau Porda (Porprov)  jangan dibongkar dulu kita mau persiapan tiga bulan lagi loh, setiap Porda itu saya selalu berikan yang terbaik untuk Kota Bekasi,”sesal Sodikin.

Sebagai pelaku olahraga Sodikin mengaku selalu ingin memberikan prestasi terbaik, setelah prestasi diraih  sudah sepatutnya penghargaan dari pemerintah daerah diberikan bukan justru sebaliknya.

Sodikin mengaku sudah mengadukan apa yang dialami PABSI ke Komisi IV DPRD Kota Bekasi. Kondisi ini menjadi sorotan di tengah persiapan atlet menuju Porprov Jabar 2026. (one)

Berikut sebagian dari prestasi atlet PABSI Kota Bekasi dari level daerah hingga internasional;

Prestasi Nasional dan Internasional 

1. Youth Olympic Games 2010 Singapura, (Dewi Safitri kelas 53 kilogram, meraih medali perunggu).

2. Islamic Solidarity Games Baku Azerbaijan 2017 (Dewi Safitri meraih medali perunggu)

3.Kejuaraan Dunia Yunior Angkat Besi di Penang, Malaysia, 2011 (M.Hasbi kelas 62 kilogram meraih dua medali perak)

4. Kejuaraan Dunia Kazakhstan Tahun 2014 (M.Hasbi meraih medali perunggu pada nomor clean & jerk dengan angkatan 171 kg)

5. Arafura Games 2011 di Darwin, Australia. (Dwi Mayassah meraih dua medali emas kategori remaja (youth) dan kategori junior serta medali perunggu kategori senior di kelas 63 kilogram)

6.Dwi Mayassah masuk jajaran top dunia peringkat 9 besar kategori remaja pada Kejuaraan Dunia di Uzbekistan (2013). Berhasil melaju ke babak kualifikasi Olympic Youth Games 2013.

7.Kejuaraan Dunia Remaja 2010 Uzbekistan (Sonia Febriyani Lestari meraih medali perunggu).

8. Atlet angkat besi Kota Bekasi selalu andil di Kejurnas. Menyumbang medali saat mewakili Jawa Barat pada PON 1998, 2012, 2016, 2020, 2024.

Prestasi di Ajang Porda/Porprov

-Porda 1999 di Bogor, meraih 16 medali emas (Juara Umum).

-Porda 2003 di Indramayu meraih 11 medali emas (Juara Umum).

-Porda 2006 di Karawang 21 medali emas, (Dihadiahi mess atlet di era Wawalkot Mochtar Mohamad)

-Porda 2010 di Bandung meraih 17 medali emas.

-Porprov 2014 di Kabupaten Bekasi meraih 9 medali emas (perubahan sistem).

-Porprov 2018 di Kabupaten Bogor meraih 5 medali emas (Diterapkan perubahan medali dari dua medali snatch, clean & jerk jadi satu medali).

-Porprov 2022 di Kabupaten Bandung, meraih 4 medali emas.

(Sumber: PABSI Kota Bekasi)