Berita Bekasi Nomor Satu

Tim Pertama Relawan Gerakan Anak Negeri Bergerak ke NTT Bantu Penyintas Gempa

Tim pertama relawan Gerakan Anak Negeri (GAN) bergerak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu penyintas gempa. Tim berangkat dari Kantor Harian Metropolitan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Tim pertama relawan Gerakan Anak Negeri (GAN) bergerak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu penyintas gempa. Tim berangkat dari Kantor Harian Metropolitan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Tim pertama GAN terdiri atas satu dokter dari Kota Depok, dua perawat dari Kota Bogor, dua ahli urut patah tulang Cimande, dua personel advance GAN dan Wapalapa Universitas Pakuan (Unpak) Kota Bogor, serta satu jurnalis.

“Ini tim pertama yang berangkat untuk membantu saudara kita di NTT. Mereka akan bergerak dari satu titik ke titik pengungsian yang di dalamnya terdapat saudara kita yang membutuhkan pertolongan,” ujar Ketua GAN, Andi Ahmadi.

Menurut Andi, tim pertama membawa obat-obatan yang diperkirakan cukup untuk membantu penyintas gempa selama satu pekan. Selain obat-obatan, relawan juga membawa sejumlah kebutuhan logistik, seperti selimut, sembako, dan kebutuhan mendesak lainnya.

Andi mengatakan, kegiatan kemanusiaan GAN di wilayah bencana telah dilakukan sejak gempa dan tsunami melanda Aceh pada 26 Desember 2004.

Aksi kemanusiaan tersebut kemudian berlanjut ke sejumlah daerah yang dilanda bencana, antara lain gempa Padang, Sumatera Barat, erupsi gunung berapi, Gunung Sitoli, Gunung Sinabung, hingga gempa Palu. GAN juga beberapa kali membantu penyintas bencana di wilayah Jabodetabek dan daerah lainnya.

Terakhir, relawan GAN diterjunkan ke Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara untuk membantu penyintas banjir bandang. Dalam penanganan bencana tersebut, GAN menerjunkan tiga gelombang relawan yang disebar di sejumlah kabupaten terdampak.

“Di titik-titik seperti ini, GAN menerjunkan sedikitnya empat dokter dan delapan perawat,” kata Andi. (oke)