Berita Bekasi Nomor Satu

Mama Bihelminami dan Jambu Mente

Relawan GAN bersama Mama Bihelminami di Dusun Ratesuba 2, Desa Kebiranga Tengah, Kecamatan Ende, Senin, 24 Agustus 2026. FOTO: ARIFIN/METROPOLITAN

RADARBEKASI.ID, ENDE – Ada cerita menarik saat relawan Gerakan Anak Negeri (GAN) memberikan pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat melakukan pelayanan di Dusun Ratesuba 2, Desa Kebiranga Tengah, Kecamatan Ende, Senin, 24 Agustus 2026, tenaga medis memeriksa kesehatan perempuan berusia 59 tahun, Bihelminami.

Usai diperiksa, ia mengajak relawan mampir ke rumahnya untuk mengambil jambu mente sebagai bentuk terima kasihnya.

Jambu mente memang menjadi salah satu komoditi andalan di wilayah tersebut. Di depan rumah Mama Bihelminami, ada pohon jambu mente yang berbuah lebat. Ia terus memaksa kami untuk mencobanya dari pohon langsung.

“Ini dijual bijinya saja, satu kilo Rp25 ribu?,” ujarnya.

Di balik ketulusannya, ada perasaan cemas yang menghantui pasca-gempa. Ia mengingat betul detik-detik rumahnya terguncang saat terjadi gempa pada 15 Agustus 2026 lalu.

BACA JUGA: Tiba di Ende, Relawan Gerakan Anak Negeri Disambut Kadinkes, Siap Turun ke Lokasi Terdampak Gempa NTT

Saat itu, ia bersama sang suami yang sudah kesulitan berjalan masih berada di kamar. Keduanya hanya pasrah, tak bisa berlari.

Seketika, tembok kamar yang ditempatinya roboh. Beruntung, material bangunan jatuh ke sisi luar sehingga tidak menimpa keduanya.

“Ini tempat mama tidur, kalau temboknya roboh ke dalam mama pasti sudah tertimpa,” ungkapnya sambil menunjukan dinding kamar yang roboh.

Puing-puing material tembok masih berada di dalam rumah dan belum dirapikan. Keduanya tak sanggup jika harus merapikannya berdua karena usia yang sudah renta. Ia juga berharap pemerintah turun tangan membantu penanganan rumah warga yang terdampak gempa

Karena masih diselimuti trauma, ia memilih tidur di depan tenda darurat yang dibangun seadanya di depan rumah dengan segala keterbatasan.

“Dua malam ini juga masih gempa terus, saya takut. Tidur di tenda saja sekarang,” pungkasnya. (Arifin/Metropolitan)