Berita Bekasi Nomor Satu

Ibadah Kemerdekaan Lintas Iman di Kampung Sawah Kota Bekasi Gaungkan Pesan Perdamaian dan Persaudaraan

Pemuda lintas iman foto bersama. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kampung Sawah, Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, kembali menyuarakan pesan perdamaian dan persaudaraan untuk Indonesia yang semakin harmonis dan inklusif. Pesan tersebut menegaskan bahwa keberagaman dapat hidup berdampingan dalam suasana saling menghormati, mendukung, dan menguatkan.

Pada momentum 81 tahun Republik Indonesia (RI) tahun ini, semangat kemerdekaan diwujudkan dalam kebersamaan dan kerukunan melalui kegiatan Ibadah Kemerdekaan Lintas Iman 2026 bertajuk ‘Merdeka Untuk Berdampak: Dari Kampung Sawah Untuk Semua’ yang digelar  di : Gereja GKP Kampung Sawah, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri pemuda dari berbagai latar belakang, antara lain Pondok Pesantren Al Aziz, GEMA Banjar Hitakarma, dan Pemuda Aliran Kebatinan Perjalanan (AKP).

Suasana kebersamaan semakin terasa melalui berbagai penampilan budaya yang mencerminkan kekayaan dan keberagaman Indonesia, di antaranya Hadroh dari Pondok Pesantren Al-Aziz dan Degung dari Aliran Kebatinan Perjalanan (AKP).

Selain itu, hadir pula perwakilan pemuka agama lintas iman, seperti Liana dari Hindu Banjar Hitakarma, Ustad Madun dari Pesantren Al Aziz, Rosida dari Aliran Kebatinan Perjalanan, Pdt. Yoga Willy Pratama, dan Pdt. Dina Esterina dari GKP Kampung Sawah.

Kegiatan yang diselenggarakan Komisi Pemuda Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jemaat Kampung Sawah tersebut menjadi ruang perjumpaan bagi generasi muda lintas agama dan kepercayaan untuk mempererat persaudaraan, membangun dialog positif, serta meneguhkan komitmen bersama menjaga keharmonisan yang telah lama tumbuh di Kampung Sawah.

“Kami mengangkat tema ibadah ‘Merdeka Untuk Berdampak’ melihat memang sudah terjalinnya kolaborasi yang cukup baik dengan beberapa umat beragama lain, maka di ibadah ini, kami mengundang juga saudara-saudara lintas iman,” ungkap Pelayan Firman Gereja GKP Kampung Sawah, Pdt. Sains Pieter Surlia, dalam keterangannya.

Pemuda lintas iman foto bersama. FOTO: ISTIMEWA

Dalam penyampaian firman yang terinspirasi dari Galatia 1:5 dan refleksi Efesus 2:10, peserta diingatkan bahwa setiap manusia merupakan karya Allah yang diciptakan dengan tujuan mulia untuk melakukan pekerjaan baik dan membawa dampak bagi sesama.

“Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai panggilan untuk menjadi pembawa damai, pelaku kebaikan, dan agen perubahan di tengah masyarakat,” ujar Pdt. Sains.

Pada puncak kegiatan yang berlangsung di Gereja GKP Kampung Sawah tersebut, seluruh peserta melaksanakan Aksi Komitmen Bersama Kerukunan Umat Beragama sebagai bentuk tekad untuk terus menjaga dan merawat nilai-nilai toleransi, persaudaraan, serta kehidupan bermasyarakat yang damai di Kampung Sawah.

“Dari Kampung Sawah, pesan perdamaian dan persaudaraan terus disuarakan untuk Indonesia yang semakin harmonis dan inklusif,” ucapnya. (sur)