Berita Bekasi Nomor Satu

Satgas Pengendalian Pangan Polres Metro Bekasi Awasi Ketat HET Beras

CEK KETERSEDIAAN BERAS: Tim Satgas Pengendalian Harga Pangan Polres Metro Bekasi mengecek ketersediaan dan harga beras di Pasar Tambun, Senin (14/9). FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Harga beras di Pasar Tambun, Kabupaten Bekasi, masih relatif stabil. Meski pasokan dinilai aman, polisi tetap memperketat pengawasan terhadap pedagang dan distributor untuk mengantisipasi kelangkaan serta lonjakan harga menjelang akhir tahun.

Pemantauan dilakukan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga Pangan Polres Metro Bekasi, Senin (14/9). Pemeriksaan menyasar sejumlah pedagang, di antaranya Toko Risky di Pasar Tambun. Dari hasil pemantauan, stok pangan masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Jerico Lavian Chandra, mengatakan pengawasan di tingkat pengecer dilakukan untuk memastikan pedagang mematuhi ketentuan harga yang berlaku.

“Para pedagang kami imbau tetap mematuhi ketentuan HET yang telah ditetapkan pemerintah. Kami akan terus melakukan pemantauan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat,” kata Jerico.

Selain mengecek harga di tingkat pedagang, pemantauan juga dilakukan terhadap alur distribusi dari distributor. Langkah ini untuk mencegah hambatan pasokan maupun penimbunan bahan pokok.

“Kami melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok, khususnya beras, mulai dari distributor hingga pedagang. Hal ini untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan harga tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah,” katanya.

Jerico mengatakan, pihaknya juga menghimpun informasi dari para pedagang mengenai kondisi pasokan dan kendala distribusi di lapangan. Informasi tersebut menjadi bahan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan dan lonjakan harga menjelang akhir tahun.

“Kami juga mendengarkan langsung masukan dari para pedagang terkait kondisi pasokan dan kendala yang mereka hadapi. Informasi tersebut menjadi bahan bagi kami untuk melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak terkendali,” tutur Jerico.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, harga beras di sejumlah pasar bervariasi sesuai jenis dan kualitasnya. Beras SPHP Bulog menjadi yang paling terjangkau dengan rata-rata harga Rp12.583 per kilogram. Di tingkat pedagang, harganya berada pada kisaran Rp12.500 hingga Rp12.750 per kilogram.

Untuk beras medium jenis IR 64, harga berada pada kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram, dengan rata-rata Rp13.500. Sementara beras IR 42 (pera) dijual Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram, dengan rata-rata Rp14.000 per kilogram.

Adapun beras premium tercatat sebagai jenis dengan harga rata-rata tertinggi, yakni Rp14.667 per kilogram. Harganya berada pada kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram. (ris)