RADARBEKASI.ID – Seorang muslim agar senantiasa fokus pada kehidupan abadi yaitu akhirat. Ia memiliki sifat zuhud dengan menghindari kecintaan yang berlebihan pada dunia dan menyadari bahwa hidup di dunia ini bukanlah menjadi tujuan akhir, tetapi sebagai sarana untuk meraih kebahagiaan yang hakiki di akhirat.
Orang yang terlalu berambisi dengan duniawi akan merasa kurang dan tidak pernah puas walaupun memiliki harta dan kekayaan yang sangat banyak. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, bahwa pecinta dunia tidak akan lepas dari tiga penderitaan yaitu kegelisahan yang terus menerus, kepayahan tanpa hati, dan penyesalan yang tiada berakhir.
BACA JUGA : Paripurna Pemberhentian Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara Tunggu Putusan Inkrah
Kecintaan terhadap dunia hendaknya disikapi dengan bijak, jangan sampai berbagai perilaku, ucapan dan sikapnya dapat memalingkan dari misi hidup yang sesungguhnya yaitu akhirat. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa ambisi terbesarnya adalah dunia, maka Allah akan cerai beraikan urusannya, Allah jadikan kefakiran (tidak pernah merasa cukup) di depan matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali sesuai dengan apa yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang ambisi terbesarnya adalah akhirat, Allah akan memudahkan urusannya, Allah jadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya).” (HR. Ahmad)
Hadits ini menjadi pengingat bagi setiap muslim bahwa kehidupan yang sebenarnya dan yang kekal adalah kehidupan akhirat, bukan dunia. Dunia hanyalah ladang menuju akhirat. Oleh karena itu hendaknya setiap muslim selalu menyadari bahwa ia pasti akan mati dan kembali kepada Allah SWT. Dan sebaik-bekal yang akan dibawa untuk kembali kepada-Nya hanyalah keimanan dan ketakwaan.(*)
*)Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Bekasi, Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Kepala SMPIT Baitul Halim Bekasi











