RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mengusulkan penanganan sejumlah tanggul yang masih belum tersambung atau mengalami kondisi “bolong” di sepanjang aliran Kalimalang.
Penanganan tersebut diharapkan kembali dilakukan pada 2027 melalui dukungan anggaran dari BBWS Ciliwung Cisadane.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan rencana tersebut dibahas dalam rapat bersama BBWS Ciliwung Cisadane.
Salah satu sumber anggaran yang diusulkan berasal dari alokasi untuk Kabupaten Bekasi yang belum dapat dikerjakan karena terkendala pembebasan lahan.
“Insyaallah, 2027 mulai ada lagi penanganan tanggul, khususnya di sepanjang Kalimalang yang masih ada bagian-bagian yang bolong,” kata Idi.
Menurutnya, Pemkot Bekasi telah mengusulkan sekitar enam hingga tujuh titik untuk ditangani. Di antaranya kawasan dari tol hingga Bendung Bekasi, Gang Mawar, Teluk Pucung, PML, serta sejumlah titik lain yang dinilai membutuhkan penanganan.
Untuk Gang Mawar, pengerjaan ditargetkan dapat dimulai pada akhir tahun ini. Sementara titik lainnya masih menunggu hasil survei dan penyesuaian dengan kemampuan anggaran BBWS Ciliwung Cisadane.
“Targetnya tergantung anggaran dari BBWS Ciliwung Cisadane. Kita usulkan semuanya, semua titik yang masih bolong kita usulkan,” ujarnya.
Idi menyebut terdapat sejumlah titik yang menjadi prioritas karena berada di wilayah yang masih kerap mengalami banjir. Di antaranya Gang Mawar, Teluk Pucung, kawasan Hutan Bambu, dan sekitar RSD.
“Pasti yang wilayahnya masih sering banjir. Ada Gang Mawar, proyek, kemudian Teluk Pucung, dan lokasi yang kemarin di Hutan Bambu,” katanya.
Ia menambahkan, BBWS Ciliwung Cisadane dijadwalkan melakukan survei untuk melihat kondisi dan kesiapan lahan. Setelah pendataan selesai, penentuan pengerjaan akan disesuaikan dengan prioritas serta kemampuan anggaran.
“Intinya kita optimistis pada 2027 ada penanganan lagi dari BBWS Ciliwung Cisadane untuk tanggul di Kalimalang,” pungkasnya. (rez)











