RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kawasan Pecinan Proyek di Jalan Mayor Oking, Bekasi Timur, bakal memiliki ikon baru berupa gapura bernuansa budaya Tionghoa dan Betawi. Pembangunan gapura tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan sekaligus upaya memperkuat identitas keberagaman Kota Bekasi.
Gapura yang didominasi warna merah dan emas itu mengusung konsep akulturasi budaya. Ornamen Tionghoa akan menghiasi bagian depan, sedangkan ornamen Betawi ditempatkan di bagian belakang.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, mengatakan pengerjaan gapura sempat terkendala proses pembuatan ornamen khusus.
“Targetnya November sebetulnya. Hanya saja kemarin ada ornamen yang memang harus dibuat terlebih dahulu,” ujarnya.
Menurut Widayat, perpaduan kedua budaya tersebut sengaja dihadirkan untuk merepresentasikan keberagaman masyarakat Kota Bekasi.
Pembangunan gapura melengkapi penataan Pecinan Proyek yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir. Sebelumnya, Pemkot Bekasi telah membenahi pedestrian dan memasang lampu penerangan jalan umum (PJU) tematik.
Menariknya, pembangunan gapura tidak menggunakan APBD Kota Bekasi, melainkan bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Disperkimtan bertugas memantau dan mengevaluasi pengerjaan.
Kehadiran gapura ini diharapkan menjadi penanda kawasan sekaligus memperkuat karakter Pecinan Proyek sebagai representasi akulturasi budaya Tionghoa dan Betawi di Kota Bekasi. (rez)











