Berita Bekasi Nomor Satu

Kamar Kos Presiden Mahasiswa Bina Insani di Kayuringin Jaya Diduga Dibakar OTK

TERDUGA PELAKU: Kamera CCTV merekam pria yang diduga membakar kamar kos Presiden Mahasiswa Bina Insani University, Trio Syah Putra Lase, di Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (21/9).

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kamar kos yang ditempati Presiden Mahasiswa (Presma) Bina Insani University, Trio Syah Putra Lase, di Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, diduga dibakar orang tak dikenal saat dirinya tengah mengikuti aksi unjuk rasa di depan Pemerintah Kota Bekasi, Senin (21/9/2026).

Peristiwa itu pertama kali diketahui Trio setelah mendapat kabar dari pemilik kos. Saat kejadian, ia masih berada di lokasi aksi dan hendak melakukan evaluasi bersama massa.

“Saya mendapatkan kabar kamar terbakar dari pemilik kontrakan, saat itu saya sedang melakukan aksi dan ingin melakukan evaluasi setelah aksi,” kata Trio, Kamis (24/9/2026).

Awalnya, kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik. Namun, dugaan itu berubah setelah Trio melihat kondisi kamar serta rekaman CCTV di lokasi.

Trio menduga pelaku sengaja masuk ke kamarnya melalui jendela. Sebab, pintu kamar dalam kondisi terkunci dan ditemukan bekas congkelan pada bagian jendela.

“Pelaku ini masuk ke dalam kamar saya melalui jendela, karena saat itu kamar saya kunci pintunya dan ada bekas congkelan di jendela,” ujarnya.

Dari rekaman CCTV, terlihat seorang pria datang seorang diri menggunakan sepeda motor Honda Beat. Pria tersebut mengenakan jaket hitam, helm, masker, serta celana pendek berwarna hitam.

Pria tersebut bahkan sempat naik ke lantai tiga sebelum turun menuju lantai tempat kamar Trio berada.

“Yang membuat saya heran, dia sempat naik ke lantai tiga, mungkin untuk melihat kondisi atau situasi. Setelah itu dia baru turun ke lantai satu, menuju lorong kostan saya,” katanya.

Kebakaran membuat sejumlah barang di dalam kamar rusak, mulai dari kasur, meja, pakaian, tas, buku hingga dokumen penting. Televisi dan pendingin ruangan atau AC juga ikut terbakar.

Tak hanya itu, Trio menyebut dua laptop dan dua telepon seluler miliknya hilang setelah kejadian. Ia menduga barang-barang tersebut dibawa oleh orang yang terekam CCTV.

“Kamar saya diacak-acak oleh pelaku dan mengambil dua laptop serta dua handphone yang disimpan di dalam tas,” ujarnya.

Dalam rekaman CCTV, orang yang diduga sebagai pelaku terlihat meninggalkan kost sambil membawa sebuah tas.

“Setelah melihat rekaman CCTV, pelaku keluar dari kosan saya membawa tas yang isinya laptop dan handphone,” kata Trio.

Trio berharap kasus tersebut dapat segera ditindaklanjuti pihak berwenang. Ia meminta dugaan pembakaran dan hilangnya barang miliknya diusut untuk mengetahui pelaku serta motif di balik kejadian tersebut. (rez)